Sunday, June 6, 2010

Wild Wild Sirawe

Setelah tenggelam dalam kesibukan pekerjaan, yang ditunggu adalah waktu refreshing. Kami berangkat setelah dhuhur menuju Curug Sirawe yang terletak di Dataran Tinggi Dieng, mendung yang menggelanyut cukup mengkhawatirkan, namun kami jalan terus. Perjalanan menuju curug ditempuh dengan motor dan dilanjutkan dengan berjalan kaki.



Jalan menuju curug belum terjamah aspal sehingga perjalanan kami cukup tersendat-sendat. Begitu pula saat harus berjalan kaki menuju curug. Jalan setapak di dalam hutan yang masih rimbun cukup menyulitkan kami yang perempuan. Apalagi jalan licin bekas hujan kemarin. Dengan hati-hati dan bergandengan tangan pun kami berjalan menuju curug. Setelah hampir setengah jam mulai terdengar suara air mengalir deras, kami semakin bersemangat.

Sirawe

Ternyata jerih payah kami melewati hutan tidak sia-sia belaka, curugnya indah sekali dan alam di sekitarnya juga masih lestari. Bermain air dan berfoto adalah kegiatan kami berikutnya. Saking senangnya temanku sempat terpeleset di antara batu yang licin. Tapi alhamdulillah tidak apa-apa dan kami pun beranjak pulang. Perjalanan pulang ternyata juga tidak mudah. Kami harus mendaki jalan setapak yang tadi dilalui. karena cukup licin kami yang memakai sandal terpaksa harus melepas sandal kami. Tidak apa yang penting selamat dan tidak terpeleset. Setelah sampai di tempat menitip motor kami mencari tempat cuci kaki. Aha, ternyata tidak jauh, ada tempat cuci umum, kami pun menuju kesana. Wow.., ternyata airnya hangat, kami betah mencuci kaki dengan air hangat karena cuaca memang selalu dingin di sini.

Sirawe

Sileri
Merdada

Kemudian kami menuju ke arah barat ke Telaga Merdada yang katanya cukup cantik. Sebelumnya kami sempatkan mampir di Kawah Sileri yang baru-baru ini meletus. Namun tidak tampak kerusakan yang berarti. Hanya sebentar saja di Kawah Sileri dan kami melanjutkan perjalanan. Sampai di Telaga Merdada ternyata memang benar, telaganya indah dan bersih. Ada beberapa orang yang memancing, tapi karena masih lelah kami hanya di atas dan tidak turun ke telaga. Di sini kami membuka bekal dan mulai makan bersama. Kegiatan kami di sini adalah mengeringkan celana dan baju yang sempat basah saat bermain di curug. Alhamdulillah cuaca menjadi cerah dan tidak turun hujan. Setelah celana dan baju sudah mulai kering kami pun beranjak pulang. Pada saat perjalanan pulang kami memutuskan untuk melihat sunset di Kawah Sikidang. Karena cuaca cerah kami dapat menikmati sunset dengan leluasa, padahal biasanya pemandangan selalu tertutup kabut, namun karena semakin dingin kami pun pulang ke rumah.