Primate atau primata terpisah dai mamalia lain berdasarkan dari otak yg besar dan adaptasi pada kehidupan arboreal (di atas pohon). Ordo primata ini memiliki 2 subordo yaitu Prosimii dan Anthropoidea. Prosimii artinya sebelum Simian, terasuk dalam Prosimii adalah Loris, Lemur, Tarsius. Sedangkan Primata Simian termasuk dalam Antropoidea, antara lain monyet, kera dan manusia. Lengkapnya Anthropoidea memiliki 6 famili yaitu monyet dunia baru dari Amerika Tengah dan Selatan, monyet dunia lama, Hylobatidae yaitu Gibbons, Pongidae yaitu kera besar, dan Hominidae alias manusia.
Hmmm.., masih bingung ya karena banyak nama2 asing. Ya udah kita konsen ke Primata Indonesia dulu saja ya. Memang ga mudah untuk membedakan Ordo Primata, itu udah dikemukan berpuluh2 tahun yg lalu. Karenanya banyak spesies yang memiliki lebih dari satu nama karena dinamai oleh taksonom yg berbeda. Contohnya nih, Baboon Chacma dari Afrika Selatan disebut Papio comatus, Papio ursinus, dan Papio porcarius, bahkan Monyet Asia memiliki 20 nama ilmiah, nah lo gimana ga pusing tuh. Itu masalahnya para taksonom ya, kita belajar ini aja ga selesai2.
Sekarang pake artikel peranan primatologi dalam mengembangkan Ilmu Kedokteran dan Biologi oleh M. Edhie Sulaksono dari Pusat Penelitian Penyakit Menular Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI. Menurut artikel tersebut di Indonesia terdapat 30 jenis satwa primata dalam 5 famili. Dua puluh di antaranya dilindungi undang2 Undang-Undang Perlindungan dan Pelestarian Alam.
Jenis primata tersebut adalah :
Subordo Prosimii
1) Famili Lorisidae : Nycticebus coucang (kukang)
2) Famili Tarsidae : Tarsius bancanus dan Tarsius spectrum (tarsius)
Subordo Anthropoidea
3) Famili Cercopithecidae : Prebytis aygula, Prebytis cristata (lutung), Prebytis femoralis, Prebytis frontata, Prebytis melalophos, Prebytis potenziani, Prebytis rubicunda, Prebytis thomasi, Nasalis larvatus (bekantan), Simias concolor, Macaca fascicularis, Macaca nemestrina (beruk), Macaca pagensis, Macaca brunennscens, Macaca maura, Macaca nigra, Macaca tonkeana, Macaca nigrescens, Macaca ochreata, Macaca hecki
4) Famili Hylobatidae : Hylobates aglis, Hylobates klossii, Hylobates lar, Hylobates mloch (owa), Hylobates muelleri, Hylobates syndactilus (siamang)
5) Famili Pongidae : Pongo pygmaeus (orang utan Kalimantan) dan Pongo Abelli (orang utan Sumatra)
Hmmm.., masih bingung ya karena banyak nama2 asing. Ya udah kita konsen ke Primata Indonesia dulu saja ya. Memang ga mudah untuk membedakan Ordo Primata, itu udah dikemukan berpuluh2 tahun yg lalu. Karenanya banyak spesies yang memiliki lebih dari satu nama karena dinamai oleh taksonom yg berbeda. Contohnya nih, Baboon Chacma dari Afrika Selatan disebut Papio comatus, Papio ursinus, dan Papio porcarius, bahkan Monyet Asia memiliki 20 nama ilmiah, nah lo gimana ga pusing tuh. Itu masalahnya para taksonom ya, kita belajar ini aja ga selesai2.
Sekarang pake artikel peranan primatologi dalam mengembangkan Ilmu Kedokteran dan Biologi oleh M. Edhie Sulaksono dari Pusat Penelitian Penyakit Menular Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI. Menurut artikel tersebut di Indonesia terdapat 30 jenis satwa primata dalam 5 famili. Dua puluh di antaranya dilindungi undang2 Undang-Undang Perlindungan dan Pelestarian Alam.
Jenis primata tersebut adalah :
Subordo Prosimii
1) Famili Lorisidae : Nycticebus coucang (kukang)
2) Famili Tarsidae : Tarsius bancanus dan Tarsius spectrum (tarsius)
Subordo Anthropoidea
3) Famili Cercopithecidae : Prebytis aygula, Prebytis cristata (lutung), Prebytis femoralis, Prebytis frontata, Prebytis melalophos, Prebytis potenziani, Prebytis rubicunda, Prebytis thomasi, Nasalis larvatus (bekantan), Simias concolor, Macaca fascicularis, Macaca nemestrina (beruk), Macaca pagensis, Macaca brunennscens, Macaca maura, Macaca nigra, Macaca tonkeana, Macaca nigrescens, Macaca ochreata, Macaca hecki
4) Famili Hylobatidae : Hylobates aglis, Hylobates klossii, Hylobates lar, Hylobates mloch (owa), Hylobates muelleri, Hylobates syndactilus (siamang)
5) Famili Pongidae : Pongo pygmaeus (orang utan Kalimantan) dan Pongo Abelli (orang utan Sumatra)