Sunday, June 6, 2010

Pemeriksaan Hewan Kurban Sapi di Desa Patakbanteng, Kejajar, wonosobo

Setiap tahunnya pelaksanaan kurban di Desa Patakbanteng tanpa diawasi oleh petugas yang berwenang. Masyarakat tidak memiliki pengetahuan akan pemilihan hewan kurban, kesehatan hewan kurban, serta proses pemotongan yang sehat. Diharapkan dengan adanya program ini masyarakat dapat mengetahui hewan kurban yang baik dan memenuhi syarat, serta hal-hal yang sebaiknya dilakukan sebelum hewan kurban dipotong guna mendapatkan daging yang ASUH. Pelaksanaannya yaitu pada tanggal 27 November 2009, setelah pelaksanaan Sholat Idul Adha. Hewan kurban yang akan disembelih baru didatangkan pada hari penyembelihan dan setelah datang langsung dipotong tanpa peristirahatan terlebih dahulu.



Pemeriksaan ante mortem dilakukan cepat meliputi inspeksi serta pemeriksaan selaput lendir dan suhu badan. Pemeriksaan pada RT1-3 meliputi 6 ekor sapi dengan hasil semua sapi sehat dan dapat dipotong.
Masyarakat juga kurang megerti mengenai pemeriksaan daging yang sehat dan pengemasan yang baik sesuai dengan higiene daging. Selama ini daging dan jerohan tidak diperiksa kesehatannya, pengemasan daging pun dicampur dengan jerohan sehingga memungkinkan terjadinya kontaminasi dari jerohan ke daging. Hasil pemeriksaan yaitu didapati 3 hati sapi yang terinfestasi cacing Fasciola hepatica, salah satu hati bahkan diafkir karena tidak layak konsumsi, dua lainnya dibuang bagian yang tidak layak namun sisanya masih bisa dikonsumsi. Sedangkan 3 hati sapi yang lain sehat dan layak dikonsumsi.



Dari beberapa kasus yang ada sebagian domba yang akan dipotong tidak memenuhi dari segi umur yaitu kurang dari 1 tahun, hal ini menunjukkan bahwa kurangnya perhatian pemerintah dalam mensosialisasikan syarat-syarat hewan yang dapat dikurbankan kepada warga desa Patakbanteng. Pemeriksaan pada RT 4-13 meliputi 25 ekor domba dengan hasil semua domba sehat dan dapat dipotong.