Sunday, June 6, 2010

Pemeriksaan Susu UP2KH UGM Penghitungan Bakteri November 2007

Susu merupakan tempat persemaian atau media yang baik bagi pertumbuhan bakteri. Oleh karena itu bakteri yang berada dalam susu cepat sekali berkembang biak. Berkembang biaknya bakteri tidaklah terjadi bersamaan waktunya namun berganti-ganti. Mula-mula
terjadi perubahan zat-zat protein kasein dari susu yang dipeptonisasi oleh bakteri kasease seperti Staphylococcus, Basil proteus, Basil subtilis, dan Basil mesentericus, yang dapat berbahaya karena toksalbumin dan ptomaine. Karena perubahan tersebut susu menjadi tempat yang subur bagi Bacillus acidi/lactici seperti macam-macam Coli dan Bacillus aerogenes yang menyebabkan susu menjadi asam, pecah, berbau asam, dan pahit-asin rasanya. Selanjutnya asam yang telah terbentuk dinetralisasi oleh bakteri Bacillus faecalis alcaligenes yang memecah albumosa dan kasein susu dengan mengeluarkan amoniak. Akhirnya susu menjadi busuk sama sekali dan penuh dengan berbagai cendawan seperti Penicillium, Aspergillus, dan Iodium lactis.

Sebagai pengaruh dari bakteri susu dapat menjadi mengalami perubahan antara lain, susu berasa pahit karena pengaruh bakteri kasease, atau mempunyai rasa lobak akibat Coli, atau rasa seperti sabun karena Bacillus lactis saponacei, atau tengik karena bakteri acid boric.
Air susu normal mengandung bakteri yang berperan dalam menghasilkan enzim yang dalam keadaan normal sangat bermanfaat dalam air susu. Enzim tersebut antar lain fosfatase, katalase, lipase, peroksidase, dsb. Menurut SNI, batasan jumlah koloni bakteri adalah 1 juta/ml. Apabila melebihi batas tersebut maka susu memiliki kualitas yang kuarang baik.
Syarat penghitungan jumlah koloni bakteri :
1. Koloni yang dihitung adalah yang tumbuh antara 30-300 koloni bakteri.
2. Bila jumlah koloni kurang dari 30 koloni, pilih koloni pada pengenceran terendah.
3. Bila jumlah koloni lebih dari 300 koloni, pilih koloni pada pengenceran tertinggi.
4. Jika jumlah koloni di antar 30-300 maka cari rasio dengan membagi hasil tertinggi dengan hasil terendah
5. Jika rasio <> 2 ambil dari pengenceran terendah.
Dari hasil pemeriksaan susu UP2KH UGM didapatkan jumlah koloni yaitu 8 koloni pada pengenceran dan 22 pada pengenceran. Karena jumlah koloni kurang dari 300 maka ambil dari pengenceran terendah yaitu 8 koloni pada pengenceran. Jumlah koloni bakteri adalah 8x104 CFU/ml. Berdasarkan SNI maka susu yang diperiksa layak untuk dikonsumsi.