Sunday, June 6, 2010

Pelatihan Pembuatan Pestisida Organik di Desa Patakbanteng

Ketergantungan petani pada pestisida kimia merupakan latar belakang dari program ini. Padahal pestisida kimia memiliki kerugian yang tidak sedikit antara lain merusak tanah, menimbulkan resistensi, dan mencemari lingkungan. Sedangkan pestisida organik meskipun memiliki efek yang lebih lambat namun lebih aman dan ramah lingkungan.

Adapun keuntungan penggunaan pestisida organik adalah untuk mengusir atau menghalau musuh-musuh alami yang menyerang tanaman tanpa harus mematikannya sehingga siklus ekosistem masih tetap terjaga, hidup sehat dan ramah lingkungan, mudah di dapat dan murah, aman karena tidak beracun, tidak menimbulkan keracunan pada tanaman, tidak menimbulkan kekebalan pada hama, menghasilkan produk pertanian yang bebas dari residu kimia, dan mampu diuraikan secara cepat oleh tanaman. Sedangkan kekurangannya adalah daya kerjanya relatif lambat, tidak membunuh langsung pada hama, tidak tahan terhadap sinar matahari, kurang praktis, dan kurang tahan lama disimpan.
Informasi mengenai pestisida organik diharapkan mampu memberikan wawasan baru bagi petani tentang alternatif penggunaan pestisida dan mengingatkan petani tentang kerugian penggunaan pestisida kimia bagi lingkungan.
Program ini dilaksanakan pada tanggal 16 November 2009, dengan peserta dari kelompok tani Desa Patakbanteng. Petani cukup antusias dan tertarik dengan wacana pestisida organik terutama berkaitan dengan program pemerintah yaitu Go Organic pada tahun 2010.
Salah satu pestisida organik yang dibuat adalah pengendali jamur yang terbuat dari bahan-bahan yang mudah dan murah didapat yaitu lengkuas 1 kg, kunyit 1 kg, dan jahe 1 kg. Ketiga bahan ditumbuk atau diparut, kemudian ambil sarinya dengan cara diperas. Bahan siap digunakan untuk 2 sendok makan dicampur dengan air 10 –15 liter. Selanjutnya pestisida organik yang telah dibuat kemudian diujicobakan pada tanaman petani untuk diamati hasilnya.