Belajar satu satwa lagi yuk.. kali ini belajar ular sanca kembang atau Python reticulatus*. Ular ini memiliki banyak sinonim lho, yaitu Boa Reticulata, Boa rhombeata, Boa phrygia, Coluber Javanicus, Python Schneideri, Python reticulatus , Python reticulatus, Morelia reticulatus (pusing kan kalo disuruh ngapalin).Python reticulatus adalah phyton yang non-venomous atau tidak berbisa yang bisa ditemukan di Asia Tenggara yaitu di Burma, Thailand, Laos, Cambodia, Vietnam, Malaysia dan Singapura, Indonesia, dan Filipina. Ditemuka di hutan hujan, di dekat sungai ataupun danau. Corak kulitnya merupakan
corak geometrik kompleks yg terdiri dari warna2 yg berbeda. Bagian punggungnya biasanya bercorak bentuk berlian yg ireguler dengan pusat yg bercahaya.
Ular dewasa dapat mencapai ukuran panjang 9.75 m dan kemungkinan menjadi ular terpanjang di dunia. Namun relatif langing untuk ukuran panjangnya, ular anaconda atau Eunectes murinus biasanya lebih besar. Mereka biasanya tidak dianggap berbahaya bagi manusia, meski ular yg besar cukup kuat untuk menyerang bahkan membunuh manusia. Oya, mereka juga mahir berenang. Mereka adalah ovipar, betina dapat menghasilkan 60-100 telur, dan pada suhu 31–32°C telur membutuhkan 88 hari untuk menetas, dengan ukuran saat menetas yaitu 61 cm.
Makanan aslinya adalah mamalia san kadang burung. Ular yg berukuran 3–4 meter memakan rodensia seperti tikus, sedangkan ular yg lebih besar biasanya memakan Viverridae seperti binturong, bahkan kadang primata dan babi. Jika berada di dekat habitat manusia mereka kadang memakan ayam, kucing, anjing. Yang paling spektakuler yg pernah direkam manusia adalah ular sepanjang 6,95 m memakan beruang dengan berat badan 23 kg, dan membutuhkan 10 minggu untuk mencernanya, woooow... ular ini mampu menelan samapai ¼ panjang tubuhnya dan melebihi berat badannya sendiri. Mereka akan menunggu korban sampai berada di zona menyerang dan membunuhnya dengan lilitan.
Mereka memang jarang menyerang manusia, namun tetap saja ada kejadian ular ini bukan hanya membunuh manusia namun juga memakannya. Aslinya mereka tidak akan menyerang manusia, namun akan menggigit dan melilit jika merasa terancam. Jadi sudah mengerti kan, jangan pernah meremehkan satwa liar maupun satwa peliharaan apalagi ular sanca kembang ini. Karena mereka lebih kuat daripada yang kamu tahu. Sebaiknya perlakukan mereka seperti mereka pada aslinya dan jangan pernah ganggu habitat dan lingkungan alami mereka.
* Terjemahan bebas dari Wikipedia.
Ular dewasa dapat mencapai ukuran panjang 9.75 m dan kemungkinan menjadi ular terpanjang di dunia. Namun relatif langing untuk ukuran panjangnya, ular anaconda atau Eunectes murinus biasanya lebih besar. Mereka biasanya tidak dianggap berbahaya bagi manusia, meski ular yg besar cukup kuat untuk menyerang bahkan membunuh manusia. Oya, mereka juga mahir berenang. Mereka adalah ovipar, betina dapat menghasilkan 60-100 telur, dan pada suhu 31–32°C telur membutuhkan 88 hari untuk menetas, dengan ukuran saat menetas yaitu 61 cm.
Makanan aslinya adalah mamalia san kadang burung. Ular yg berukuran 3–4 meter memakan rodensia seperti tikus, sedangkan ular yg lebih besar biasanya memakan Viverridae seperti binturong, bahkan kadang primata dan babi. Jika berada di dekat habitat manusia mereka kadang memakan ayam, kucing, anjing. Yang paling spektakuler yg pernah direkam manusia adalah ular sepanjang 6,95 m memakan beruang dengan berat badan 23 kg, dan membutuhkan 10 minggu untuk mencernanya, woooow... ular ini mampu menelan samapai ¼ panjang tubuhnya dan melebihi berat badannya sendiri. Mereka akan menunggu korban sampai berada di zona menyerang dan membunuhnya dengan lilitan.
Mereka memang jarang menyerang manusia, namun tetap saja ada kejadian ular ini bukan hanya membunuh manusia namun juga memakannya. Aslinya mereka tidak akan menyerang manusia, namun akan menggigit dan melilit jika merasa terancam. Jadi sudah mengerti kan, jangan pernah meremehkan satwa liar maupun satwa peliharaan apalagi ular sanca kembang ini. Karena mereka lebih kuat daripada yang kamu tahu. Sebaiknya perlakukan mereka seperti mereka pada aslinya dan jangan pernah ganggu habitat dan lingkungan alami mereka.
* Terjemahan bebas dari Wikipedia.