Sunday, June 6, 2010

Pengenalan Manajemen Dan Reproduksi Kuda Parangtritis 2007

KOLEKSI SEMEN DAN IB PADA KUDA DI PARANGTRITIS
Pelaksanaan IB dilakukan dengan persiapan kuda di lapangan. Pejantan dibersihkan terlebih dahulu. Operator mempersiapkan peralatan untuk IB seperti vagina buatan, mikroskop, lubrikan, USG, pengencer semen, gun, dan betina estrus. Vagina buatan dipersiapkan untuk digunakan, air bersuhu 37°C dialirkan ke dalam vagina buatan. Di ujung vagina buatan dipasang gelas beker sebagai penampung semen, di atasnya dilapisi kain kasa untuk menyaring lendir. Ujung lainnya diolesi gel.
Kuda jantan didekatkan pada betina estrus untuk merangsang ereksi. Saat kuda jantan mounting, penis diarahkan ke dalam vagina buatan kemudian ejakulat ditampung. Mounting dan penampungan ejakulat ini berlangsung kira-kira 4-5 kali.

Volume total ejakulat yang didapat sebanyak 80cc. Kualitas spermatozoa diperiksa di bawah mikroskop berdasarkan motilitasnya. Dari hasil pemeriksaan, kualitas spermatozoa kuda cukup baik.
Inseminasi buatan pada kuda betina dilaksanakan pada hari yang sama sehingga semen yang diinseminasikan dalam sediaan segar (tidak beku). Semen diencerkan dengan pengencer siap pakai dari Jerman yang mengandung aqua bides, kuning telur, dan antibiotik dengan perbandingan 1:1. Semen yang telah diencerkan dibagi menjadi 20cc dimasukkan dalam pipet injeksi.
Kuda betina direstrain dalam kandang jepit kemudian dilakukan USG melalui rektum untuk mendeteksi adanya folikel gravid (setelah isi rektum dikeluarkan). Daerah vulva dibersihkan dan tangan operator memakai glove yang diolesi gel. Kemudian gun dimasukkan melalui vulva, bagian ujung dilindungi tangan operator. Semen didepositkan di servik. Setelah itu, gun dikeluarkan dan kuda diistirahatkan agar tenang.

MANAJEMEN PEMELIHARAAN KUDA DI PARANGTRITIS
Contoh manajemen pemeliharaan kuda dapat dilihat pada salah satu peternakan kuda di Parangtritis yaitu peternakan ”Putra Pantai”. Pada tahun 2007 di sana terdapat 5 kuda , 4 diantaranya adalah kuda betina dan satu kuda jantan. Kuda yang diternakkan adalah kuda poni. Warna tubuhnya coklat kehitaman dengan bles putih pada moncongnya. Kelima kuda tersebut merupakan kuda pacu pemula.
Kuda dipelihara pada kandang dengan ukuran 3x4 m. Kandang dilengkapi tempat pakan, tempat minum, dan liter atau alas kandang yang terbuat dari serbuk gergaji. Litter diganti tiap lebih kurang 2 bulan. Ventilasi kandang memadai. Kandang memenuhi syarat kebersihan. Pakan diberikan sebanya 3 kali dalam sehari. Pakan yang diberikan berupa hijauan yaitu rumput yang diberikan pada pukul 12.00. Pakan konsentrat diberikan pada pagi dan sore hari. Konsentrat terbuat dari gilingan jagung.
Penyakit yang pernah diderita oleh kuda-kuda tersebut antara lain adalah kolik, ODF (Osteo Defisiensi Fibrosa). Pengobatan kolik dengan menggunakan lasik secara injeksi intra muskuler pada otot leher. Pada kasus ODF diberikan preparat kalsium dan vitamin B komplek. Pernah dilakukan vaksin tetes mulut. Untuk mempertahankan kondisi tubuh agar tetap bagus, diberikan suntikan vitamin B komplek setiap seminggu sekali dan setiap sore disuntik neurobion.
Latihan diberikan pada kuda setiap harinya. Pada pukul 05.00-06,00 kuda diajak jalan-jalan. Pada pukul 08.00 kuda disikat dan dibersihkan, kuda diberi makan konsentrat. Pada pukul 12.00 kuda diberi makan rumput. Kemudian kuda diajak jalan-jalan lagi pada pukul 15.00. Konsentrat diberikan pada pukul 17.00. Pada waktu malam hari kuda diistirahatkan, kuda tidur.
^^b