di Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, letaknya dekat dengan PLTA Garung. Telaga ini juga dipakai sebagai sumber listrik lho. Hari itu tanggal 26 Oktober 2009, kami berlima yaitu aku, teh Wini, Fatma, mbak Desi, dan Ninda, berniat mengunjungi telaga tersebut selagi cuaca masih cerah.
Berangkat selepas dhuhur dengan naik mobil bersama Bapak Taufik, kami menuruni Dataran Tinggi Dieng menuju Kecamatan Garung. Sampai di Pasar Kecamatan Kejajar kami belok ke kanan dan mengikuti jalan. Jalan yang berkelak-kelok cukup menghibur perjalanan kami. Sepanjang jalan adalah ladang milik masyarakat desa. Ada kebun teh juga. Namun sayangnya tanaman masyarakat tersebut ada yang rusak karena terjangan angin kencang.
Setelah sampai kami ternyata terpesona dengan telaga ini. Airnya berwarna biru cantik, dikelilingi pohon-pohon yang asri. Untuk masuk ke tempat pariwisata ini kami membayar karcis dua ribu rupiah saja. Kemudian kami turun mendekati telaga, cukup bersih namun sepi pengunjung. Di tepian telaga sebelah barat dan selatan ada keramba ikan milik masyarakat. Dan ternyata ada perahu yang siap mengatar kami berkeliling telaga, ongkosnya cukup lima ribu rupiah. Kami pun akhirnya berkeliling dengan perahu. Air telaga bersih dan dingin. Kami menikmati pemandangan sambil mencelupkan kaki ke air telaga.
Sayangnya kabut mulai turun dan gerimis mulai datang. Untung perahunya beratap, jadi kami tidak kehujanan. Usai berperahu kami langsung beranjak pulang, karena kabut sudah menghalangi pemandangan. Kali ini kami melewati jalan di area PLTA Garung dengan pipa-pipa airnya yang berukuran raksasa, diameternya tak kurang dari 1,5 meter. Sebelum pulang ke rumah kami mampir makan ayam di warung dekat pintu masuk PLTA Garung. Senangnya bisa menikmati pemandangan Telaga Menjer yang mempesona.
Berangkat selepas dhuhur dengan naik mobil bersama Bapak Taufik, kami menuruni Dataran Tinggi Dieng menuju Kecamatan Garung. Sampai di Pasar Kecamatan Kejajar kami belok ke kanan dan mengikuti jalan. Jalan yang berkelak-kelok cukup menghibur perjalanan kami. Sepanjang jalan adalah ladang milik masyarakat desa. Ada kebun teh juga. Namun sayangnya tanaman masyarakat tersebut ada yang rusak karena terjangan angin kencang.
Setelah sampai kami ternyata terpesona dengan telaga ini. Airnya berwarna biru cantik, dikelilingi pohon-pohon yang asri. Untuk masuk ke tempat pariwisata ini kami membayar karcis dua ribu rupiah saja. Kemudian kami turun mendekati telaga, cukup bersih namun sepi pengunjung. Di tepian telaga sebelah barat dan selatan ada keramba ikan milik masyarakat. Dan ternyata ada perahu yang siap mengatar kami berkeliling telaga, ongkosnya cukup lima ribu rupiah. Kami pun akhirnya berkeliling dengan perahu. Air telaga bersih dan dingin. Kami menikmati pemandangan sambil mencelupkan kaki ke air telaga.
Sayangnya kabut mulai turun dan gerimis mulai datang. Untung perahunya beratap, jadi kami tidak kehujanan. Usai berperahu kami langsung beranjak pulang, karena kabut sudah menghalangi pemandangan. Kali ini kami melewati jalan di area PLTA Garung dengan pipa-pipa airnya yang berukuran raksasa, diameternya tak kurang dari 1,5 meter. Sebelum pulang ke rumah kami mampir makan ayam di warung dekat pintu masuk PLTA Garung. Senangnya bisa menikmati pemandangan Telaga Menjer yang mempesona.