Thursday, June 17, 2010

Case Report Kebun Raya dan Kebun Binatang Gembira Loka 3-8 November 2008

Pemberian suplemen pada unta pasca beranak dan unta masa pertumbuhan
Unta yang bunting, menyusui, maupun anak unta dalam masa pertumbuhan memerlukan makanan lebih banyak dari kebutuhan normal yaitu 4% dari berat tubuh (Fowler, 1986). Suplemen yang diberikan pada unta pasca beranak adalah
Calcium lactate 500 mg sebanyak 21 tablet. Kalsium ini perlu diberikan karena pada masa laktasi dibutuhkan lebih banyak kalsium untuk produksi susu sehingga dapat mencegah hipokalsemia.

Pemberian suplemen pada simpanse dan orang utan pasca beranak
Kebutuhan mineral pada non-human primates setiap hari adalah kalsium 250 mg/kg, zinc 1 mg/kg, dan magnesium 40 mg/kg BB (Fowler, 1986). Pemberian suplementasi pada simpanse “Cinta” dan orang utan diberikan dengan pemberian Elkana 1 tablet setiap hari, dengan cara mencampurnya dengan gula jawa. Elkana terdiri atas kalsium monohidrogen fosfat 200 mg, kalsium laktat 100 mg, vitamin B6 20 mg, vitamin C 25 mg, dan vitamin D3 100 µl.
Pengobatan luka abrasi pada unta dan komodo
Pengobatan luka abrasi pada unta dan komodo dilakukan dengan menyemprotkan Septo Skin Calier, yang berisi Oxytetracyclin HCl 2 gram, Patent V Blue (E-131) 0,095 gram, Solvent dan Propellant Vehicle q.s.
Septo Skin Calier merupakan topical spray yang diindikasikan pada luka operasi dan luka baru, sebagai treatment footrot, dan infeksi yang disertai jamur. Septo Skin Calier ini digunakan sebagai antibiotik dan antiektoparasit, sehingga dapat mencegah infeksi bakteri dan mencegah agar lalat tidak hinggap pada luka abrasi tersebut.
Khusus untuk unta kandang atas dilakukan pergantian perban setiap 3 hari sekali. Sebelum diperban, luka dioles campuran Penicillin G dan salep Bioplacenton. Penicillin G mengandung 3 gram Procaine Penicillin G (PPG) setara dengan 3 juta unit. PPG berfungsi sebagai antibakteri terhadap infeksi bakteri gram positif dan negatif. Penicillin bersifat bakterisid dan memiliki kemampuan menghambat sintesis dinding sel bakteri, dengan jalan mencegah kerja enzim transpeptidase, sehingga sel bakteri menjadi inaktif (Rossof, 1994; Subronto dan Tjahajati, 2001; Carpenter et.al., 2001). Sedangkan Bioplacenton berfungsi untuk anti radang, mengobati luka bakar, luka bergranula, eczema pyoderma, dan infeksi kulit. Bioplacenton mengandung Placenta extract 10% dan Neomycin sulfat 0,5%. Kombinasi ini merupakan bagian dari perawatan luka yang sangat efektif. Placenta extract sebagai "biogenic stimulator" memegang peranan penting dalam mempercepat regenerasi sel dan penyembuhan luka. Sedangkan neomycin sulfat bekerja sebagai antibiotik spektrum luas, terutama pada bakteri gram negatif (Rossof, 1994).
Pemeriksaan sampel feses gajah, kuda nil besar, dan bekantan
Pada gajah Asia, cacing yang dijumpai antara lain adalah Fasciola hepatica dan Fasciola jacksoni, menyebabkan penyakit hati dengan tanda diare, konstipasi, depresi, icterus, hypoproteinemia, anemia, penyakit kronis, dan kematian. Selain Trematoda, Nematoda juga menyebabkan masalah penyakit pada gajah, antara lain Ascaridia, Oxyuridia, Strongylidia, Paramphistomus, Ancylostomum, Syngamids, dan Filarids. Infestasi Nematoda tersebut dapat menyebabkan diare, depresi, dan anemia (Fowler, 1986). Hasil pemeriksaan natif dari feses gajah adalah ditemukan telur cacing Nematoda pada semua gajah.
Pada kuda nil besar, parasit bukanlah masalah utama. Nematoda dapat diatasi dengan Levamisol (7,5 mg/kg) atau Fenbendazole oral (7,5 mg/kg). Trematoda Oculotrema hippotami sering ditemukan pada saccus conjunctiva, namun tidak menimbulkan gejala klinis (Fowler, 1986). Hasil pemeriksaan natif dari feses kuda nil besar yaitu negatif, tidak ditemukan telur cacing.
Pada non-human primates, Strongyloides dan Oesophagostomum dapat diatasi dengan thiabendazole (100 mg/kg). Infestasi Trichuris dapat diatasi dengan dichlorvos (10 mg/kg, sehari sekali, selama dua hari), atau dengan mebendazole (15 mg/kg, sehari sekali, selama dua hari). Cestoda dapat diatasi dengan niclosamide (160 mg/kg) (Fowler, 1986). Hasil pemeriksaan natif dari feses bekantan yaitu negatif, tidak ditemukan telur cacing.
Pengobatan helminthiasis pada gajah
Obat yang dipakai adalah Albendazole dengan dosis untuk gajah 2,5 mg/kg BB secara per oral (Fowler dan Mikota, 2006). Penentuan berat badan untuk menetukan dosis obat dilakukan dengan mengukur tinggi bahu gajah. Dengan sediaan Albendazole 400 mg tiap tablet dan dosis 2,5 mg/kg BB, maka kebutuhan untuk masing-masing gajah adalah Subaya dan Inta 19 tablet, sedangkan Cempaka dan Seiji 16 tablet. Masing-masing tablet kemudian dimasukkan dalam pisang dan diberikan pada gajah.
Pengobatan diare pada orang utan “Simon”
Orang utan “Simon” mengalami diare pada pagi hari tanggal 5 November 2008. Terapi yang diberikan yaitu pemberian Neo Diaform 2 tablet 2 kali sehari. Tiap tablet Neo Diaform mengandung Kaolin 550 mg dan Pektin 20 mg. Obat ini digunakan untuk pengobatan simptomatik pada kejadian diare non spesifik. Kaolin dan pektin merupakan adsorbent dan antidiare protektif yang bekerja dengan menghambat pergerakan feses dan menyerap toksin (Rossof, 1994).