Tuesday, June 22, 2010

Mendaki Tebing Tertinggi di Jawa Tengah

Setelah tenggelam dalam kesibukan pekerjaan, yang ditunggu adalah waktu refreshing. Begitu pula kami, setelah selesai menggarap proyek reboisasi, kamipun ingin santai sejenak dengan menikmati pemandangan alam. Kami berangkat pagi-pagidari rumah di Patakbanteng, Wonosobo, dalam rombongan besar. Kami hendak lintas kabupaten menuju Banjarnegara.
Selama perjalanan kami disuguhi pemandangan hutan yang masih terawat dan lestari. Setelah perjalanan sekitar 2 jam ke arah barat kami pun sampai di tempat tujuan pertama yaitu tebing tertinggi di Jawa Tengah yang disebut Tebing Lawe. setelah menitipkan motor dan helm di warung dekat jalan raya, kami pun mulai berjalan kaki menuju tebing. Awalnya kami hanya melewati jalan setapak di dalam hutan saja, cukup licin tapi bukan aslah besar. Namun semakin lama jalan itu terus mendaki, apalagi mendekati lokasi tebing. Harus mengerahkan tenaga untuk sampai di tebing yang paling tinggi, maka dengan prinsip sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit pun kami mendaki pelan-pelan asal sampai dengan selamat. Bagi yang memiliki ketakutan terhadap tempat yang tinggi, tidak disarankan utnuk mengunjungi tempat ini. Karena ketika sudah sampai di tebing yang paling tinggi, lutut akan mulai gemetar secara otomatis dan mulut tak henti-hentinya mengucap kekaguman akan indahnya alam di bawah tebing. Tampak sungai dan hutan yang masih rimbun dan hijau. sambil istirahat kami mulai mengeluarkan bekal makanan dan minuman dari rumah, makanan dan minumannya cepat habis karena semua kelelahan setelah mendaki tebing. Setelah istirahat sebentar sambil mengabadikan kedatangan kami lewat kamera, kami pun beranjak meninggalkan tempat karena sudah lewat tengah hari.Dengan cepat kami menuruni tebing, memang lebih mudah turun daripada naiknya.
Kamipun menuju tempat tujuan kedua, yaitu Waduk Mrica yang juga tampak dari tebing ini. Hujan mulai turun namun tidak menyurutkan niat kami. Dengan mantel plastik warna-warni, kamipun melanjutkan perjalanan. Perjalanan cukup terhambat, tidak hanya karena hujan namun juga karena kami terpisah dan harus berhenti dulu di tengah jalan untuk mempersatukan rombongan lagi. Sayang sekali, ketika kami sampai di Waduk Mrica hari sudah sore dan waduk sudah hampir tutup. Karenanya kami mengurungkan niat dan berbalik pulang ke Wonosobo.
Perjalanan pulang kami tempuh dalam guyuran hujan yang lebat. Alhamdulillah kami selamat samapai Wonosobo. Kamipun beristirahat sebentar di alun-alun Wonosobo sambil menikmati susu jahe hangat. Sampai di rumah sudah cukup malam dan ngantuk sekali. Walaupun tidak berhasil mengunjungi semua tempat yang kami inginkan, namun kami sudah cukup senang karena sudah dapat melepas penat yang datang menghinggap.