Tuesday, June 15, 2010

Belajar Siamang*

Ini adalah peninggalan dari jaman koas interna besar yaitu pas di bonbin Gembiraloka. Meskipun cuma satu minggu tapi laporannya lumayanlah, cari2 data satwa liar. Salah satunya ini,
siamang.. tapi ga semua aq terjemahin ya, kalau mau yg lengkap tinggal meluncur ke Wikipedia aja. Check it out!

Status konservasinya adalah terancam punah. Nama ilmiahnya yaitu Symphalangus syndactylus, ia tidak memiliki ekor, hidupnya di atas pohon, warna rambutnya hitam, dan tinggal di hutan Malaysia, Thailand, dan Sumatra. Ukurannya dua kali ukuran gibbon dan dapat mencapai tinggi 1 m dan berat badan 23 kg.
Siamang memiliki ciri yg khas yaitu dua jari di setiap tangan bergabung menjadi satu ("syndactylus"=bahasa Yunani Kuno= sun="bersatu" + daktulos "jari"). Ciri kedua adalah adanya "gular sac" yang besar baik pada jantan maupun betina, yg merupakan kantong kerongkongan yang dapat membesar sebesar ukuran kepalanya, yg memungkinkan Siamang membuat suara yang nyaring.
Siamang hidup berkelompok 4-6 individu, dengan jangkauan wilayah sekitar 23 ha. Siamang biasanya memakan berbagai macam bagian dari tanaman. Siamang di Sumatra lebih suka buah-buahan, dan lebih suka buah yg sudah masak serta daun yg masih muda. Dia juga makan bunga serta hewan terutama serangga. Saat makan bunga yg besar dia akan makan mahkota bunganya saja, namun jika bunganya lebih kecil akan dimakan semua. Buah yang kecil akan dikumpulkan di tangan sebelum kemudian dimakan. Jika memakan buah yg besar dan bijinya besar atau taja maka ia akan mengupas dan membuang bijinya. Siamang dapat menyebarkan biji dengan jarak lebih dari 300 m dan minimum 47.6 m dari sumber biji, jadi siamang juga berperan serta dalam regenerasi hutan.
Yang unik dari siamang mungkin suaranya yg khas itu ya. Siamang akan mulai bersuara pada pagi hari dan berkurang pada tengah hari serta mencapai peuncak pada pukul9-10 pagi. Suara merupakan respon terhadap lingkungan dan untuk mempertahankan kekuasaan (tapi kalo di bonbin kayaknya kekuasaan ga perlu dipertahanin kali ya?). Oya, saat besuara mereka juga melakukan menggoyangkan cabang pohon, berayun, dan berkeliling pohon, gerakan ini maksudnya mereka ingin menunjukkan dimana mereka berada.
Ancaman yg dialami siamang yaitu perdagangan ilegal dan kerusakan habitat seperti kebakaran hutan, ilegal logging, serta pembangunan. Produksi minyak merusak hutan, mengurangi habitat Siamang dan juga spesies lain seperti Harimau sumatra. Sejak 2002 107,0002 km kelapa sawit telah ditanam dan mengubah hutan hujan di Indonesia dan Malaysia. Kemudian dua dekade terakhir terjadi kebakaran hutan yg menghancurkan lebih dari 20,000 km² hutan hujan Sumatra. Yang lebih parah angka ilegal logging semakin naik dari tahun ke tahun. Ditambah lagi adanya pengalihan lahan menjadi pertanian, serta pembangunan infrastruktur seperti jalan yg kurang memperhatikan aspek lingkungan yg menyebabkan fragmentasi hutan. Satu tambahan lagi siamang sering kali diperdagangkan, terutama yg masih bayi. Untuk mendapatkan bayi siamang para manusia tanpa hati nurani ini membunuh induk siamang. Kesemuanya ini mengancam kehidupan siamang secara langsung. Teganya manusia! Dimana hati nuarani kalian, atau benar2 sudah ga punya hati, berani jual berapa sih? Geraaaammmm....
* Terjemahan bebas dari Wikipedia.