Thursday, July 1, 2010

Infectious Laringotracheitis1

Infectious Laringotracheitis (ILT, LT, Trake, Trick) merupakan suatu penyakit viral pada ayam yang dapat bersifat akut ataupun ringan, yang tersifat oleh adanya kesulitan bernapas (bernapas dangan mulut sambil menjulurkan leher) dan adanya exudat bercampur darah yang berasal dari trakea dan keluar melalui lubang hidung atau mulut.

Penyakit ini mempunyai arti ekonomik yang penting sehubungan dengan adanya ILT bentuk ganas yang menyebabkan mortalitas yang tinggi dan penurunan produksi telur.
ILT disebabkan oleh Herpesvirus grup A termasuk famili Herpesviridae, subfamili Alphaherpesvirinae. Elektron mikrograph dari kultur sel embrio ayam yang terinfeksi ILT menunjukkan partikel viral icosahedral yang mirip dengan morfologi virus herpes simpleks. Watrach et. al. (1963) menerangkan bahwa nukleocapsid dari ILTV memiliki diameter 80-100 nm. Nukleocapsid memiliki simetri icosahedral dan terdiri dari 162 capsomer (Cruickshank et. al., 1963; Watrach et. al., 1963). Partikel lengkap virus termasuk amplop irreguler menutupi nukleocapsid dengan diameter 195-250 nm. Amplopnya memiliki spikes glycoprotein. Asam nukleat dari ILTV mirip dengan herpes virus lain.
Virus ini teridentifikasi sebagai Gallid herpesvirus 1 (Roizman, 1982). Struktur antigenik dari berbagai isolat virus ILT bersifat homogenus berdasarkan hasil uji netralisasi dan imunofluorescence, tetapi dengan analisis endonuklease retriksi terdapat perbedaan dalam profil DNA.
Virus ini akan inaktif dalam waktu 10-15 menit, pada temperatur 55°C dan akan mati dalam waktu 48 jam pada temperatur 35°C, jika disimpan dalam kaldu. Virus ILT dalam trakea dari karkas ayam akan mati dalam waktu 44 jam pada temperatur 37°C dan dalam waktu 10 hari pada temperatur 13°C-23°C. Di dalam selaput chorioallantois virus ini akan mati dalam waktu 5 jam pada temperatur 25°C. Larutan 3% atau 1% soda akan menginaktivasi virus ILT dalam waktu kurang dari 1 menit.
Pada dasarnya virus ILT tidak bertahan lama di luar tubuh ayam, tetapi ketahanan virus ketahanan virus tersebut dalam tubuh ayam yang bertindak sebagai carrier merupakan faktor penting yang menyebabkan kasus ILT dapat ditularkan secara periodik dalam suatu peternakan atau daerah.

Penularan virus ini lebih cepat jika sumber penyakit berasal dari ayam yang terinfeksi secara akut dibandingkan dengan ayam yang bertindak sebagai carrier dari penyakit ini. Penularan penyakit dapat terjadi secara langsung melalui kontak dengan ayam sakit yaitu leleran dari hidung atau ekspektoran dari mulut, jaringan ayam sakit, carrier ataupun karkas yang mengandung virus ILT. Penularan virus tersebut dapat juga terjadi secara tidak langsung melalui kandang bekas ayam yang terserang ILT,, alat/perlengkapan peternakan, makanan atau minuman, pekerja dan kendaraan yang tercemar virus ILT. Vaksin Ilt aktif yang dilemahkan kerapkali merupakan sumber penularan penyakit ini.
Penularan melalui telur yang tercemar virus ILT pada bagian luar maupun dalam tidak terjadi oleh karena embrio yang terinfeksi virus ini telah mati sebelum menetas. Ayam yang sembuh dari infeksi virus ILT atau ayam yang divaksinasi dengan virus ILT aktif dapat mengalami infeksi laten atau menjadi carrier. Dalam hal ini ayam yang kelihatan sehat dapat mengeluarkan virus secara periodik dalam jangka waktu yang lama. Intensitas ekskresi virus ILT dapat dipengaruhi oleh berbagai aktor stress, misalnya transport pada ayam, stres sosial atau pada awal produksi telur. Ayam sakit yang bertahan hidup akan mengeluarkan virus ILT dalam jumlah yang banyak dan merupakan sumber penularan penyakit yang sangat penting, terutama pada stadium awal dari infeksi ketika tingkat replikasi virus masih tinggi sekali. Jika ayam-ayam tersebut dicampur dengan ayam lain yang sensitif, maka penularan penyakit akan terjadi dengan mudah.

Pada infeksi alami gejala klinik biasanya terlihat dalam waktu 6-12 hari. Infeksi buatan melalui trakea hanya membutuhkan waktu yang lebih singkat, yaitu sekitar 2-4 hari. Manifestasi klinik dari ILT dapat berbentuk berat ataupun ringan.
1. Bentuk Berat
Bentuk ini disebut juga bentuk akut atau epizootik. Ayam yang sakit akan menunjukkan kesulitan bernapas(dyspnoe) disertai oleh suara ngorok yang serak, batuk, sumbatan pada trakea akibat adanya eksudat tertentu akan menyebabkan ayam bernapas dengan mulut terbuka sambil menjulurkan leher (seolah-olah dalam posisi memanggil). Pada sejumlah ayam dapat ditemukan adanya leleran kental bercampur darah dari hidung atau mulut dan kemerahan konjunctiva yang disertai adanya cairan yang berbusa pada mata. Lama penyakit ILT pada bentuk akut biasanya 7-14 hari. Kematian disebabkan oleh asphyxia akibat sumbatan pada trakea dan biasanya terjadi dalam 3-4 hari. Ayam-ayam yang lain akan menunjukkan gangguan pernapasan yang makin parah dalam waktu 3-4 hari, kemudian membaik dan ksembuhan biasanya dicapai dalam waktu 2-3 minggu. Bentuk akut dari penyakit ini menyebar secara cepat diantara ayam yang peka. Morbiditas dapat mencapai 90%-100%, sedang mortalitas bervariasi dari 5%-70%.
Ayam yang terserang virus ILT dapat juga tidak menunjukkan gejala klinik tertentu dan biasanya disebut bentuk asimptomatik. bentuk perakut ditandai oleh adanya kematian yang mendadak tanpa didahului oleh gejala tertentu atau hanya menunjukkan gangguan pernapasan mendadak disertai oleh batuk yang parah dan keluarnya mukus dan eksudat bercampur darah dan bekuan darah dari hidung atau mulut. Gejala ini akan diikuti oleh kematian dalam waktu 1-3 hari.
2. Bentuk Ringan
Bentuk ini disebut bentuk enzootik dan ditandai oleh adanya kelesuan, mata berair, gangguan pernapasan yang ringan (batuk ringan dan menggelengkan kepala), konjungtiva kemerahan, kebengkakan sinus infraorbitalis, leleran dari hidung yang terus-menerus dan penurunan produksi telur. Bentuk ringan ini mempunyai morbiditas rendah atau bervariasi dan mortalitas sangat rendah 0,1%-2%.