kasian deh... Aku juga pernah ngalaminya, kalau lagi konstipasi baru sadar diri, kurang makan sayur, jadinya seharian itu maunya makan sayur melulu. Well terus aq nemu artikel ini di koran republika 20 juni 2010, sebenernya ada ilustrasinya gambarnya sih..., tapi mbayangin sendiri juga gpp kok, :p.
Penting bgt sebenarnya memperhatikan bentukan hasil pencernaan dari tubuh kita masing2. Kita harus tahu konsisensi, warna, bau, dan bentuknya, apalagi kalau lagi penyakitan alias ga normal. Kalau dulu aq kuliah feses dengan darah yang masih segar dan berada di ujung feses menandakan darah berasal dari saluran cerna akhir. Dari kuliah bakteriologi dapat info kalau warna feses unggas yang diare hijau kekuningan mengarah ke penyakit karena Salmonella gallinarum, sedangkan berak putih mengarah ke Salmonella pullorum. Nah supaya tahu yang ga normal, pertama kita harus ngerti dulu gimana yg normal kan?
Oya buang air besar yang normal tu ga pake mengejan keras, cepat, dan bentuknya ideal. Frekuensi buang air besar yang normal adalah tiga kali seminggu. Bentuk kotoran berhubungan dengan transit time, kendati kurang menyenangkan anda perlu sebentar melirik ke bawah supaya dapat memantau bentuk kotoran yang dikeluarkan. Gunakan saja Bristol Stool Chart ini sebagai patokan, ini dia patokannya :
1. Feses menggumpal kecil bulat sebesar kacang atau kotoran kambing, terpisah dan susah dikeluarkan. Kotoran ini berasal dari sisa makanan yang sudah tersimpan 3 hari di perut. (NB: Aku pernah juga ngalami yg kayak gini, sakitnya minta ampun, sampe nangis2 kapok.)
2. Kotoran berbentuk memanjang seperti sosis dengan permukaan yang bergelombang kasar. Bentuk ini menandakan bahwa residu sudah dua hari tidak terdorong keluar. (Ini aq juga pernah ngalami, sakit dan ngganjel, ga enak bgt.)
3. Feses menyerupai sosis dengan permukaan yang merekah. Bentuk ini memberi petunjuk bahwa tubuh terus menyimpan sisa makanan selama 1, 5 hari terakhir. (Ini sering juga, yang pasti sakit ngeluarinnya.)
4. Bentuk feses ideal yaitu seperti lengkung pisang. Lembut dan mudah dikeluarkan. (Moga2 aja fesesku yang selanjutnya kayak gini bentuknya, soalnya ngeluarinnya gampang dan cepet, 10 detik selesai sudah urusan buang air besar, no pain!)
5. Bongkahan kecil feses dengan ujung yang seperti terbelah mulus. Mudah dikeluarkan. (Kalau ini menurutku adalah saat dimana setelah si pisang keluar, sisa2nya kayak gini bentuknya, bener ga?)
6. Kotoran masih ada bentuknya namun cenderung cair. (Ini kayaknya penyakitan mencret kali ya?)
7. Feses sepenuhnya berupa cairan tak mengandung sedikitpun kotoran padat. (Wah, harus segera ke puskesmas atau ke apotek, bikin orali dan nyari daun jambu biji., xixixi.)
Untuk mendapatkan pencernaan yang sehat, perhatikanlah transit time feses anda. Waktu transit ini menggambarkan lamanya makanan diproses mulai dari mulut sampai keluar di anus, idealnya adalah 12-72 jam, alias ½-2 ½ hari.
Kalau pendapat pribadiku ada banyak cara supaya kita terhindar dari konstipasi, antara lain:
1. Makan sayur! Jelas bgt, serat dari sayur inilah yang mengisi bentuk feses, menjadikannya laksana pisang lengkung tadi.
2. Minum air putih yg banyak! 2 liter ga akan kerasa man kalo anda pake caraku, caranya isi botol air minum dgn air putih dan bawa kemana saja kau pergi, meskipun itu di rumah sekalipun. Jadi setiap saat kerasa pgn minum, bisa langsung minum. Tanpa terasa 2 liter setiap hari, uhuy! Tapi ada efek sampingnya ini, botol minum berceceran dimana-mana, gegege..
3. Jangan tunda2! Jangan sekali2 menunda panggilan alam man! Itu karunia yang paling indah lho. Kadang karena sibuk dan ada kegiatan lain, kita jadi menunda panggilan alam, padahal kita ga pernah tahu kapan ada panggilan lain kan?
4. Itung2! Inget2 kapan terakhir kamu buang air besar. Idealnya kan tiap 2 hari sekali, pokoknya ga boleh lebih dari 72 jam. Jadi kalo misalnya udah 48 jam alias 2 hari kamu ga ke WC, langsung aja sadar diri, tambahin porsi sayur kamu. Jadikan alarm buat diri aja intinya.
Nah, semoga aja kamu dapat feses yang oke hari ini dan ga kesakitan gara2 konstipasi lagi.
Penting bgt sebenarnya memperhatikan bentukan hasil pencernaan dari tubuh kita masing2. Kita harus tahu konsisensi, warna, bau, dan bentuknya, apalagi kalau lagi penyakitan alias ga normal. Kalau dulu aq kuliah feses dengan darah yang masih segar dan berada di ujung feses menandakan darah berasal dari saluran cerna akhir. Dari kuliah bakteriologi dapat info kalau warna feses unggas yang diare hijau kekuningan mengarah ke penyakit karena Salmonella gallinarum, sedangkan berak putih mengarah ke Salmonella pullorum. Nah supaya tahu yang ga normal, pertama kita harus ngerti dulu gimana yg normal kan?
Oya buang air besar yang normal tu ga pake mengejan keras, cepat, dan bentuknya ideal. Frekuensi buang air besar yang normal adalah tiga kali seminggu. Bentuk kotoran berhubungan dengan transit time, kendati kurang menyenangkan anda perlu sebentar melirik ke bawah supaya dapat memantau bentuk kotoran yang dikeluarkan. Gunakan saja Bristol Stool Chart ini sebagai patokan, ini dia patokannya :
1. Feses menggumpal kecil bulat sebesar kacang atau kotoran kambing, terpisah dan susah dikeluarkan. Kotoran ini berasal dari sisa makanan yang sudah tersimpan 3 hari di perut. (NB: Aku pernah juga ngalami yg kayak gini, sakitnya minta ampun, sampe nangis2 kapok.)
2. Kotoran berbentuk memanjang seperti sosis dengan permukaan yang bergelombang kasar. Bentuk ini menandakan bahwa residu sudah dua hari tidak terdorong keluar. (Ini aq juga pernah ngalami, sakit dan ngganjel, ga enak bgt.)
3. Feses menyerupai sosis dengan permukaan yang merekah. Bentuk ini memberi petunjuk bahwa tubuh terus menyimpan sisa makanan selama 1, 5 hari terakhir. (Ini sering juga, yang pasti sakit ngeluarinnya.)
4. Bentuk feses ideal yaitu seperti lengkung pisang. Lembut dan mudah dikeluarkan. (Moga2 aja fesesku yang selanjutnya kayak gini bentuknya, soalnya ngeluarinnya gampang dan cepet, 10 detik selesai sudah urusan buang air besar, no pain!)
5. Bongkahan kecil feses dengan ujung yang seperti terbelah mulus. Mudah dikeluarkan. (Kalau ini menurutku adalah saat dimana setelah si pisang keluar, sisa2nya kayak gini bentuknya, bener ga?)
6. Kotoran masih ada bentuknya namun cenderung cair. (Ini kayaknya penyakitan mencret kali ya?)
7. Feses sepenuhnya berupa cairan tak mengandung sedikitpun kotoran padat. (Wah, harus segera ke puskesmas atau ke apotek, bikin orali dan nyari daun jambu biji., xixixi.)
Untuk mendapatkan pencernaan yang sehat, perhatikanlah transit time feses anda. Waktu transit ini menggambarkan lamanya makanan diproses mulai dari mulut sampai keluar di anus, idealnya adalah 12-72 jam, alias ½-2 ½ hari.
Kalau pendapat pribadiku ada banyak cara supaya kita terhindar dari konstipasi, antara lain:
1. Makan sayur! Jelas bgt, serat dari sayur inilah yang mengisi bentuk feses, menjadikannya laksana pisang lengkung tadi.
2. Minum air putih yg banyak! 2 liter ga akan kerasa man kalo anda pake caraku, caranya isi botol air minum dgn air putih dan bawa kemana saja kau pergi, meskipun itu di rumah sekalipun. Jadi setiap saat kerasa pgn minum, bisa langsung minum. Tanpa terasa 2 liter setiap hari, uhuy! Tapi ada efek sampingnya ini, botol minum berceceran dimana-mana, gegege..
3. Jangan tunda2! Jangan sekali2 menunda panggilan alam man! Itu karunia yang paling indah lho. Kadang karena sibuk dan ada kegiatan lain, kita jadi menunda panggilan alam, padahal kita ga pernah tahu kapan ada panggilan lain kan?
4. Itung2! Inget2 kapan terakhir kamu buang air besar. Idealnya kan tiap 2 hari sekali, pokoknya ga boleh lebih dari 72 jam. Jadi kalo misalnya udah 48 jam alias 2 hari kamu ga ke WC, langsung aja sadar diri, tambahin porsi sayur kamu. Jadikan alarm buat diri aja intinya.
Nah, semoga aja kamu dapat feses yang oke hari ini dan ga kesakitan gara2 konstipasi lagi.