Tuesday, July 13, 2010

Ruam Kulit Bayi

Ruam adalah maslah yang jamak pada bayi. Keluhan yang paling banyak adalah ruam susu, ruam, seboroik, dan ruam popok.
Ruam susu bukanlah akibat dari pemberian ASI. Ruam susu hanyalah istilah, karena ruam begitu khas terlokalisasi di daerah pipi. Sebabnya adalah selain alergi makanan, juga karena polusi, suhu panas, dan tungau. Ketika bayi terkena ruam, hindari memandikan dengan air yang terlalu panas, sebab membuat kulit semakin kering dan semakin gatal. Berilah pelembab sebagai gantinya. Namun jangan coba mengobatinya sendiri jika ruam disertai demam, kulit basah, bernanah, kotor, tertutup koreng, dan bayi rewel. Apalagi jika ruam digaruk sehingga kulit lecet sehingga memudahkan infeksi bakteri dan jamur.

Sedangka ruam seboroik adalah kulit kepala bayi yang busik dan bersisik tebal. Ini merupakan manifestasi pengaruh hormon androgen ibu. Eksem seboroik akan hilang dengan sendirinya. Cukup oleskan baby oil atau minyak kelapa. Perlahan langkah ini akan membuat sisik tebalnya terlepas dari kulit kepala, jangan dilepas paksa agar kulit tidak luka. Namun wajib periksakan ke dokter jika ruam menyebar ke seluruh tubuh.
Ruam popok muncul menyusul maraknya penggunaan popok sekali pakai. Ruam ini dikenali dengan adanya bercak merah dan berkilat. Terlihat seperti luka bakar di daerah cembung bokong, paha bagian dalam, dan sekitar alat kelamin serta anus. Lazimnya ruam akan hilang dalam hitungan hari, cukup diangin-anginkan saja bagian sekitar bokong agar hilang kelembabannya.namun waspadalah jika ruam meluas ke daerah perut, paha dan sekitarnya, serta berwarna merah cerah, beruntusan, lecet disertai nanah, dan bintik-bintik merah di sekitarnya. Pastikan bayi terbebas dari popok untuk sementara waktu.
Ruam popok dapat dihindari dengan segera mengganti popok terutama setelah buang air besar. Bersihkan kulit bayi dengan air mengalir, pakailah sabun, dan keringkan sebelum memasang popok baru. Hindari pula pemakaian popok yang mellebihi daya tampung, prinsipnya persingkat waktu kontak kulit bayi dengan popok basah. Pilihlah popok yang sesuai dengan ukuran agar tidak terlalu ketat dan membuat popok terlalu menempel dengan kulit bayi.
*Disarikan dari Republika 2 Mei 2010