Monday, July 5, 2010

Kabupaten Ngawi

Lebatnya tanaman bambu atau awi dalam Bahasa Jawa Kuno di sepanjang Bengawan Solo dan Sungai Madiun yang melintasi wilayah ini, konon menjadi inspirasi penamaan Kabupaten Ngawi. Yuk kita tengok ada apa saja di kabupaten yang diapit Kabupaten Sragen, Kabupaten Madiun,
Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Magetan ini. Oya tulisan ini bersumber dari artikel berjudul sama di koran Kompas 12 April 2002.

Dari segi pertanian yang merupakan tumpuan, Kabupaten Ngawi telah memusatkan perhatian pada pengendalian hama tanpa pupuk kimia. Petani diarahkan mandiri dan tidak tergantung pada pupuk buatan pabrik. Prioritas penggendalian hama adalah dengan menggunakan musuh alami hama. Hasil padi umumnya tidak mengecewakan dan telah dipasarkan keluar kabupaten seperti Kota Kediri, Kabupaten Nganjuk, dan Pulau Madura. Hasil pertanian tak lepas dari peranan irigasi teknis dari Waduk Pondok, Waduk Kedung Bendo, dan Waduk Kali Bening yang mengairi 36.000 hektar sawah.
Selain padi, melon dan salak juga merupakan komoditas pertanian unggulan. Tak kurang dari 90 persen melon dipasarkan ke Jakarta dan Surabaya. Sebaliknya salak sebagian besar masih untuk memenuhi kebutuhan daerah sendiri.
Selain dipilih sebagai nama daerah, bambu juga mengilhami diciptakannya barang2 rumah tangga, yang berpotensi menambah penghasilan daerah. Industri tempe berbahan baku kacang kedelai ikut bagian dalam memutar roda perekonomian Ngawi. Belum lengkap berkunjung ke Ngawi tanpa membawa oleh-oleh kripik tempe.
Sedangkan sektor pariwisata yaitu Waduk Pondok dengan upacara adat setiap Bulan Suro dan situs prasejarah Museum Trinil yang tersohor di dunia. Waduk Pondok ada di Kecamatan Bringin dan berjarak 20 km dari ibukota kabupaten ke arah timur. Di tempat ini anda bisa berkeliling waduk dengan menggunakan perahu. Konon di bagian tengah waduk akan terasa sedikit berguncang karena di bawahnya adalah bekas makam. Sedangkan Trinil adalah tempat ditemukannya fosil manusia purba berjalan tegak yaitu Pithecanthropus erectus oleh Eugene Dubois pada 1891-1895. Situs Trinil ini terletak di 13 km dari ibukota kabupaten ke arah barat tepatnya di Desa Kawu Kecamatan Kedunggalar. Namun sayangnya tidak terurus baik dan kondisinya merana.
Selain dua tempat wisata di atas masih ada Benteng Van Den Bosch atau Benteng Pendem yang tidak jauh dari pusat kota, Taman Rekreasi Tawun dimana anda bisa berenang di kolam renang umum, Monumen Soerjo dengan sejarahnya yang tragis, Alas Ketonggo dan Air Terjun Srambang di Kecamatan Jogorogo. Selain itu juga ada pojok kota yang unik salah satunya adalah tank bersaudara yag ada di alun2, menara air PDAM yang tak jauh dari pusat kota, dan bis surat jaman Belanda di depan Kantor Pos.
Moga saja Ngawi semakin bersemangat dan tambah maju, amin..