Monday, July 5, 2010

Burung dan Burung Besi

Pernah denger ga burung yang masuk ke baling2 pesawat? Kok bisa ya burung2 kecil itu nantangin si burung besi, apa ga takut ya burung2 itu? Wong biasanya liat manusia yang mau nangkep aja doi langsung kabur, kok dia ga takut ma pesawat malah terbang dekat dan masuk ke baling2.
Jawabannya yang didapat dari koran Republika 24 Juni 2010 adalah karena pendengaran burung dan manusia itu berbeda.

Burung2 tidak terganggu dengan hilir mudik pesawat yang begitu kerasnya bagi manusia. Kemampuan manusia mendengar suara adalah pada frekuensi 20 hertz hingga 20 kilo hertz, sedangkan burung jangkauannnya ada 100 hertz sampai 29 kilo hertz. Pesawat sendiri frekuensinya pada 20 hingga 200 hertz, karenanya bagi manusia besaran frekuensi pesawat terdengar dengan keras tapi bagi burung tidak. Keunggulan lain pada burung yaitu kecepatan respon atas frekuensi suara. Unutk manusia responsnya dalah 1/20 detik, sedangkan burung adalah 1/200 detik.
Gangguan yang disebabkan kawanan burung bagi penerbangan bisa sangat fatal. Bukan hanya kerugian materiil, namun burung bahkan bisa menimbulkan korban jiwa jika mesin pesawat rusak akibat kemasukan burung.
Burung-burung yang bermasalah bagi penerbangan umumnya bergerombol di sekitar lapangan terbang dan landasan pacunya. Umumnya bandara yang ramai dengan burung adalah yang terletak dekat dengan laut. Jenis burungnya pun tertentu seperti kuntul kerbau, kuntul besar, cangak abu, dan layang-layang api.
Gangguan burung di bandara yang paling berbahaya adalah pada saat pesawat mendarat dan pada saat pesawat lepas landas. Saai itu tenaga terbesar dari pesawat dikeluarkan. Bila burung masuk atau tersedot mesin akibatnya bisa fatal, yaitu mesin mati.
Burung-burung ini umumnya bergerombol dan sulit dihalau. Dalam gerombolan tersebut dipimpin oleh satu kepala kumpulan, biasanya kepala kawanan ini yang menentukan kemana kawanan burung itu bergerak.
Burung-burung ini memang hebat deh, tapi masa manusia kalah ma burung sich, dengan otaknya manusia pun berfikir. Salah satu cara untuk menghalau burung adalah dengan menghasilkan suara yang mampu mengganggu kenyamanan pendengaran burung untuk sesaat yang disebut dengan teknologi akustik pengusir burung.
Tim Bird Strike KIM-LIPI melakukan penelitian dengan melihat spektrum suara burung lalu merekam dengan alat perekam suara. Suara yang didapat dianalisis dan dilihat karakteristik frekuensinya. Tim kemudian mengatur penghasil suara dengan panjang gelombang di atas 1 KHz dengan kekuatan di atas 80 DB. Dari hasil di lapangan dengan pengaturan frekuensi itu burung merasa terganggu dan dapat dihalau dari tempatnya berkerumun. Syukur deh..