Monday, July 19, 2010

Perfect Stranger


Well, kalau sudah bosan nonton film keluarga biasanya pilihan selanjutnya adalah film thriller yang bikin mikir, tapi resikonya bakal ada adegan-adegan anonohnya, boleh lah asal ga nonton bareng anak-anak aja, asal ga parah banget aja pokoknya.

Film Perfect Stranger ini adalah film thriller pembunuhan atau istilahnya thriller psikologi yang diproduksi pada tahun 2007.
Ceritanya tentang wartawan Rowena Price yang diperankan oleh Halle Berry (wah, mbaknya cantik banget disini, rambutnya cocok dengan peran). Si Rowena ini punya partner bernama Miles Haley (Giovanni Ridisi, saya pribadi suka banget sama aktingnya, total dan sakit banget pokoknya) yang setia banget bantuin Rowena dalam mencari berita dan mengungkap fakta. Si Miles ini jago komputer, sudah kayak orang freak, selalu tampil dengan mata merah bengkak.
Kemudian pada satu project, Rowena mengalami hambatan dan memaksa dia mengundurkan diri dari pekerjaannya. Di tengah kondisi yang nyebelin itu, hadirlah teman lama Rowena bernama Grace Clayton yang kayaknya rada nyebelin dan si Rowena kayaknya males banget ketemu si Grace ini. Grace lalu cerita masalahnya ke Rowena yaitu tentang skandalnya dengan pria beristri bernama Harrison Hill (Bruce Willis, lupakan saat doi di Die Hard, saatnya menikmati Bruce Willis jadi om-om genit) dan meminta Rowena untuk membantunya dengan memberikan file email Harrison, karena pertamanya Grace berhubungan dengan Harrison secara on-line.
Ternyata kemudian Grace ditemukan sudah jadi mayat dan diduga sebagai korban pembunuhan dengan racun Belladonna yang mengandung Atropin (jadi inget kuliah Farmakologi uy..). Rowena langsung kepikiran Harrison lah dalangnya. Bersama Miles, Rowena pun merancang rencana untuk membuktikan bahwa Harrison lah dalang kematian Grace. Berhasilkan usaha dua sahabat ini? Benarkah Harrison yang membunuh Grace? Seperti judulnya, di film ini diceritakan bahwa semua orang punya rahasia, jadi meski sudah merasa kenal namun ternyata belum tahu apa-apa. Cukup shocking meski sudah bisa rada menduga kalau ada sesuatu dengan Miles dan sesuatu dengan masa lalu Rowena. Akhir ceritanya juga rada kurang menyayat-nyayat, terlalu singkat dan cuma ngagetin. Jadinya suasana teka-teki bin tegang sebelum klimaks langsung hilang setelah fakta terungkap, enaknya kan slowly aja biar shockingnya juga bisa lama.