Pemberian antibiotik/antibakteri hanya bertujuan untuk mengobati infeksi sekunder oleh karena bakteri. Disamping itu, perlu juga dilakukan rehabilitasi pada jaringan yang rusak dengan pemberian multivitamin. Sanitasi/desinfeksi perlu ditingkatkan untuk mencegah meluasnya infeksi pada kandang atau flok lainnya. Vaksinasi mungkin akan memberikan perlindungan terhadap infeksi virus ILT pada stadium awal kasus.
2. Pengendalian dan pencegahan
Tindakan pencegahan perlu dilakukan dengan jalan sanitasi/desinfeksi yang ketat pada kandang/perlengkapan ataupun lingkungan yang tercemar virus ILT untuk mencegah penularan ayam yang peka.
Vaksinasi terhadap ILT dapat merangsang terbentuknya kekebalan pada suatu kelompok ayam yang peka. Oleh karena vaksinasi dapat menyebabkan timbulnya carrier, maka sebaiknya vaksinasi terhadap ILT hanya dilakukan pada daerah yang mengalami kasus ILT secara endemik. Pada daerah resiko tinggi, vaksinasi dapat dilakukan pada umur 1-3 hari, meskipun anak ayam memberikan respon yang baik dibandingkan dengan ayam yang lebih taua. Pada daerah lainnya, vaksinasi dapat dilakukan antara 3-13 minggu.
Pemberian vaksin ILT aktif yang dilemahkan dilakukan melalui sinus infraorbitalis, hidung, inokulasi ke dalam folikel bulu, tetes mata, air minum atau spray. Vaksin ILT hendaknya mengandung virus dengan jumlah 105 embryo infective dose-50 untuk jalur per oral dan lebih dari 102 embryo plaque-forming units/ml agar dapat merangsang antibodi yang cukup, jika diberikan selain dengan peroral.
Sumber
Gillingham, Scott. Infectious laryngotracheitis (ILT). Canadian Poultry Consultants Ltd.
Hidalgo, H. 2004. Infectious Laryngotracheitis: A Review. Brazilian Journal of Poultry Science.
Tabbu, Charles. 2000. Penyakit Ayam dan Penanggulangannya, Volume 1.Penyakit Viral. 17:202-212.
Tindakan pencegahan perlu dilakukan dengan jalan sanitasi/desinfeksi yang ketat pada kandang/perlengkapan ataupun lingkungan yang tercemar virus ILT untuk mencegah penularan ayam yang peka.
Vaksinasi terhadap ILT dapat merangsang terbentuknya kekebalan pada suatu kelompok ayam yang peka. Oleh karena vaksinasi dapat menyebabkan timbulnya carrier, maka sebaiknya vaksinasi terhadap ILT hanya dilakukan pada daerah yang mengalami kasus ILT secara endemik. Pada daerah resiko tinggi, vaksinasi dapat dilakukan pada umur 1-3 hari, meskipun anak ayam memberikan respon yang baik dibandingkan dengan ayam yang lebih taua. Pada daerah lainnya, vaksinasi dapat dilakukan antara 3-13 minggu.
Pemberian vaksin ILT aktif yang dilemahkan dilakukan melalui sinus infraorbitalis, hidung, inokulasi ke dalam folikel bulu, tetes mata, air minum atau spray. Vaksin ILT hendaknya mengandung virus dengan jumlah 105 embryo infective dose-50 untuk jalur per oral dan lebih dari 102 embryo plaque-forming units/ml agar dapat merangsang antibodi yang cukup, jika diberikan selain dengan peroral.
Sumber
Gillingham, Scott. Infectious laryngotracheitis (ILT). Canadian Poultry Consultants Ltd.
Hidalgo, H. 2004. Infectious Laryngotracheitis: A Review. Brazilian Journal of Poultry Science.
Tabbu, Charles. 2000. Penyakit Ayam dan Penanggulangannya, Volume 1.Penyakit Viral. 17:202-212.