Dalam pelaksanaannya kami juga dibantu oleh The Bull Eggs Adventure Patak Banteng. Anak-anak disini memang selalu bersemangat, terbukti dengan jumlah peserta lomba manajemen alam yang mencapai 150 anak. Kami yang cuma bertujuh dan dibantu oleh 20an orang dari The Bull Eggs Adventure Patak Banteng perlu mengeluarkan tenaga ekstra untuk memandu anak-anak ini, fuyuhh..
| Berbaris rapi menuju Telaga Warna |
Lomba ini mengajari anak-anak untuk mencintai alam sekitar dan pengetahuan tentang alam. Dimulai dengan belajar kekompakan dan belajar menghemat serta memanfaatkan kertas. Kemudian anak-anak diajarkan potensi hewan ternak sebagai alternatif mata pencaharian. Selanjutnya anak-anak belajar mengenal satwa dan mencintainya sehingga keseimbangan alam terjaga. Anak-anak juga diajarkan tentang sampah organik dan anorganik. Berikutnya anak-anak belajar fungsi alat tubuh dan macam serta kegunaan obat alami. Dan terakhir anak-anak belajar macam-macam tanaman beserta fungsinya. Semuanya dikemas dalam permainan dan juga diskusi.
| Mendengar instruksi |
Setelah melewati semua pos permainan, anak-anak berkumpul di area Goa Semar untuk beristirahat, selagi panitia menghitung nilai. Untuk mengisi waktu nak-anak juga diajak membuat puisi mengenai alam. Ada yang antusias, namun ada pula yang masih malu-malu. Setelah pembuatan dan pembacaan puisi, lalu diberikan pengumuman pemenang.
Meskipun menempuh perjalanan yang cukup jauh dari desa kami menuju Telaga Warna dan mengelilinginya kemudian kembali lagi ke desa, anak-anak tidak ada yang mengeluh dan terlihat bergembira. Sebaliknya kami semua langsung ndeprok di depan Kantor Desa setelah acara selesai sambil mengurut kaki dan batuk-batuk karena suara dihabiskan untuk berteriak-teriak. Tapi rasanya puas sekali, terima kasih ya adek-adek, tetap semangat... ^^b
| Kumpul di area Goa Semar |
Meskipun menempuh perjalanan yang cukup jauh dari desa kami menuju Telaga Warna dan mengelilinginya kemudian kembali lagi ke desa, anak-anak tidak ada yang mengeluh dan terlihat bergembira. Sebaliknya kami semua langsung ndeprok di depan Kantor Desa setelah acara selesai sambil mengurut kaki dan batuk-batuk karena suara dihabiskan untuk berteriak-teriak. Tapi rasanya puas sekali, terima kasih ya adek-adek, tetap semangat... ^^b