Tuesday, January 4, 2011

Akrab di Krakal


Cerita ini sudah jadul sekali, yaitu saat kami (penulis dan kawan-kawan) masih menyandang status sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta. Kegiatan kami sehari-hari selalu berkutat di antara kuliah dan praktikum. Sekali-kali saat luang kami menyempatkan diri berwisata bersama. Pernah kami bersepeda motor ke Madiun dan sekitarnya, kami juga pernah juga ke Semarang dan sekitarnya. Nah, kali ini kami pergi ke tempat yang dekat saja yaitu ke Gunung Kidul, kebetulan salah satu dari kami ada yang asli dari Gunung Kidul, jadi sekalian makan siang gratis, hehe... Kami berombongan, lebih banyak cowoknya sih, pergi dari basecamp di area kampus di seputaran Depok Sleman sekitar pukul 9 langsung menuju Gunung Kidul.


Setelah berkendara kira-kira 1 jam melewati perbukitan Gunung Kidul yang berkelok akhirnya kami sampai juga di Pantai Krakal ini. Pantainya sepi dari pengunjung dan pasir putihnya bersih tanpa sampah. Cowok-cowok langsung berceburan di pantai seperti anak kecil. Kami yang perempuan lebih kalem dan memilih berfoto sembari main air dan mencari kerang yang berbentuk unik. Oya, pantai ini juga dekat dengan Pantai Baron, juga dekat dengan beberapa pantai lainnya. Sebelum kunjungan kali ini saya juga pernah mengunjungi pantai di Gunung Kidul yaitu Pantai Ngrenehan dan Pantai Ngobaran. Pantainya lebih kecil dan tak kalah sepi, sudah seperti pantai pribadi saja, haha..

Namun kunjungan kami yang menyenangkan ini menyisakan efek samping, yaitu kulit yang merah karena terbakar sinar matahari. Memang cuaca cukup terik dan kami memang cukup lama juga bermain di pantai, yah gosong deh.. Dan ada satu lagi efek samping yang kami rasakan yaitu kelaparan, hehehe.. Untuk itu kami pun beranjak pulang menuju rumah teman kami yang memang rumahnya berada tidak jauh dari area pantai ini. Langsung saja semua hidangan yang disajikan sang tuan rumah ludes tak tersisa, maluuu...

Ketika waktu beranjak sore kami pun pulang menuju kota Yogyakarta. Di perjalanan kami juga sempat menemui bapak-bapak polisi yang memeriksa kelengkapan surat. Dan di salah satu tebing perbukitan Gunung Kidul kami juga sempatkan berhenti untuk mengagumi pemandangan kota Yogyakarta dari ketinggian. Well, walau masih muda kami memang tak terlalu suka nongkrong di mall atau cafe. Kami lebih suka begini, terbakar matahari sambil melamun menikmati negeri.^^b