Tuesday, January 4, 2011

Ujian SIM C

Hohoho, adakah di antara teman-teman yang belum punya SIM? Terus kalau sudah punya SIM bikinnya nembak apa ujian? Hayo.... SIM memang merupakan kelengkapan yang wajib dipunya oleh pengendara motor. Kalau naek motor tapi tidak punya SIM bisa kena razia polisi, ga mau kan? Namun yang bandel tetap saja ada, seperti teman saya yang dari SMP sampai kuliah naek motor tanpa SIM. Beberapa yang belum punya SIM mengeluhkan kendala pembuatan SIM, mulai dari biaya yang mahal sampai sulitnya ujian. Nah, kebetulan penulis baru saja membuat SIM baru nih, boleh ya bagi-bagi cerita.

Sekarang di Polres tempat tinggal penulis tidak bisa lagi mebuat SIM dengan cara menembak alias langsung jadi. Semua pemohon SIM harus mengikuti ujian tanpa kecuali. Yah, akhirnya penulis pun pasrah ikut ujian meski tanpa persiapan. Yang pertama sebelum ujian, pemohon SIM harus melakukan pemeriksaan kesehatan di dokter yang telah ditunjuk, disini ada biaya Rp. 15.000,-. Setelah itu pemohon harus mendaftar dan mengantre untuk mengikuti ujian tulis.
Waktu itu penulis ikut ujian tulis bersama sekiter 20 orang, mulai dari brondong alias anak sekolah, mbak-mbak, sampai bapak-bapak. Ujiannya dilaksanakan secara otomatis tanpa alat tulis. Kami hanya tinggal memencet tombol yang ada di meja kami, wah keren juga.... Pertanyaan berjumlah 30 soal dan ditayangkan pada slide, terdiri dari pengetahuan peraturan lalu lintas dan contoh kasus yang terjadi di jalanan. Penulis sih tidak kesulitan dan lulus dengan angka tertinggi yaitu 80. Namun tidak begitu dengan pemohon lainnya yang semuanya tidak lulus kecuali satu orang anak SMA dengan nilai 70. Sepertinya mereka kesulitan dengan ujian seperti ini, bahkan ada yang sampai mengulang 2 kali namun belum lulus juga. Kalau penulis boleh membantu harusnya pemohon lebih teliti dalam membaca soal dan memencet tombol. Karena kadang kita merasa sudah memencet tombol padahal kurang keras memencet sehingga tidak terbaca. Oya di akhir soal juga diberikan kunci jawaban, harusnya pemohon bisa menghafal kunci soal itu untuk ujian berikutnya.
Kita tinggalkan ujian tulis ya, selanjutnya adalah ujian praktek naik motor dengan beberapa rintangan seperti harus berbelok-belok dan memutar. Pak polisi akan mencontohkannya terlebih dahulu dan kemudian baru kita yang melakukan. Tes ini lumayan sulit namun kemungkinan besar akan diluluskan. Setelah lulus maka kita tinggal menunggu untuk difoto dan disimpan sidik jarinya, selesai deh... Dengan biaya Rp. 100.000,- SIM C baru ada di genggaman.
^^b