Another cerita seru yang bisa dibagi ke teman-teman semua. Alhamdulillah akhirnya saya lulus ujian CPNS juga. Meskipun harus jatuh bangun, keliling Jakarta Bogor Malang Yogakarta sendirian. Nah, setelah lulus ujian masih ada banyak yang harus dilakukan, misalnya adalah pemberkasan. Penulis sendiri langsung diwajibkan menghadiri pengarahan pemberkasan di BKD tempat penulis diterima sebagai CPNS keesokan harinya setelah pengumuman.
Disana berkumpul sekitar 250 orang dan kita semua diberi pengarahan tentang pemberkasan. Ternyata kita diharuskan membuat SKCK lagi (lihat SKCK), kemudian membuat surat lamaran, daftar riwayat hidup, dan surat keterangan kesehatan jasmani rohani serta bebas narkoba.
Nah, sekarang kita kilas balik ke proses pembuatan surat keterangan kesehatan jasmani rohani serta bebas narkoba. Yang pertama dulu adalah surat bebas narkoba, surat ini bisa dibuat di rumah sakit pemerintah. Penulis sendiri membuat di poliklinik Polres setempat dengan pertimbangan sekalian membuat SKCK yang baru. Biaya yang dikeluarkan adalah Rp. 60.000,- dan siapkan pula pas foto. Oya sampel yang digunakan disini adalah urine, sedikit jumlahnya tidak masalah kok...
Sedangkan yang sedikit repot adalah surat kesehatan rohani. Penulis yang membuatnya di RS Sardjito terkendala antrean yang cukup banyak. Sehingga surat ini memerlukan waktu 2 hari untuk pembuatannya. Biayanya juga lumayan mahal yaitu Rp. 130.000,-. Sebagai pertimbangan, teman-teman juga bisa membuat surat sehat rohani ini di RS Grasia Pakem karena gosipnya disana lebih murah.
Nah, ketika semua berkas sudah siap maka tinggal mengumpulkan di BKD. Disini suasana sudah berbeda lho.. Masih ingat dengan perjuangan mengantre semasa belum diterima yang harus berpanas-panas dan capek berdiri seharian? Hoho..., di tahap pemberkasan sudah tidak perlu capek berdiri, karena sudah disediakan tempat duduk yang rapi. Jadwal juga lebih bisa ditolerir, telat juga masih diterima kok.., asalkan memberi laporan terlebih dahulu. Senangnya..., setelah kesulitan memang selalu ada kemudahan, thanks God, alhamdulillah..^^b
Disana berkumpul sekitar 250 orang dan kita semua diberi pengarahan tentang pemberkasan. Ternyata kita diharuskan membuat SKCK lagi (lihat SKCK), kemudian membuat surat lamaran, daftar riwayat hidup, dan surat keterangan kesehatan jasmani rohani serta bebas narkoba.
Nah, sekarang kita kilas balik ke proses pembuatan surat keterangan kesehatan jasmani rohani serta bebas narkoba. Yang pertama dulu adalah surat bebas narkoba, surat ini bisa dibuat di rumah sakit pemerintah. Penulis sendiri membuat di poliklinik Polres setempat dengan pertimbangan sekalian membuat SKCK yang baru. Biaya yang dikeluarkan adalah Rp. 60.000,- dan siapkan pula pas foto. Oya sampel yang digunakan disini adalah urine, sedikit jumlahnya tidak masalah kok...
Sedangkan yang sedikit repot adalah surat kesehatan rohani. Penulis yang membuatnya di RS Sardjito terkendala antrean yang cukup banyak. Sehingga surat ini memerlukan waktu 2 hari untuk pembuatannya. Biayanya juga lumayan mahal yaitu Rp. 130.000,-. Sebagai pertimbangan, teman-teman juga bisa membuat surat sehat rohani ini di RS Grasia Pakem karena gosipnya disana lebih murah.
Nah, ketika semua berkas sudah siap maka tinggal mengumpulkan di BKD. Disini suasana sudah berbeda lho.. Masih ingat dengan perjuangan mengantre semasa belum diterima yang harus berpanas-panas dan capek berdiri seharian? Hoho..., di tahap pemberkasan sudah tidak perlu capek berdiri, karena sudah disediakan tempat duduk yang rapi. Jadwal juga lebih bisa ditolerir, telat juga masih diterima kok.., asalkan memberi laporan terlebih dahulu. Senangnya..., setelah kesulitan memang selalu ada kemudahan, thanks God, alhamdulillah..^^b
