Monday, January 10, 2011

Balada Cabai

Sebuah berita yang sensasional melanda negeri ini. Harga cabai mencapai Rp. 100.000 per kg dan memacu inflasi. Harga cabai yang semula berkisar pada Rp. 22.000 mulai menukik saat Natal hingga awal tahun 2011 ini. Pihak pemerintah seakan tidak bisa menghadapi kenaikan harga ini. Pemerintah malah menghimbau masyarakat untuk mengurangi konsumsi cabai dan menganjurkan untuk menanam cabai di halaman rumah.

Dibalik semua hal-hal yang memusingkan seperti kebijakan dan peraturan, penulis sendiri sebenarnya tidak ada masalah sama sekali dnegan kenaikan cabai. Memang penulis suka makanan pedas, namun penulis masih tetap bisa berselera makan asalkan sedang lapar. Dan kebetulan juga penulis memiliki hobi menabur biji cabai yang kering di belakang dan depan rumah. Biji-biji cabai itu alhamdulillah tubuh subur terutama yang berada di dekat saluran air. Walau tak jarang ayam-ayam kepunyaan tetangga suka mematukinya, sehingga yang tumbuh tidak semuanya tumbuh besar dan berbuah. Sesudah berbuah pun ayam-ayam masih merupakan musuh terbesar cabai-cabai ini, buah mereka yang masih kecil dan terletak di cabang yang rendah pun dimakan oleh si ayam nakal. Tapi secara keseluruhan cabai itu bisa memenuhi kebutuhan cabai penulis sekeluarga. No problemo at all..
Maka ketika pemerintah hanya bisa menganjurkan untuk menanam cabai, penulis dalam hati berteriak sambil mengacungkan jari, “sudah pak, sudah dari dulu, basi kali....”. Jadi kesimpulannya, penulis kecewa dengan pemerintah, tak seharusnya mereka memberi jawaban seperti yang telah disebutkan di atas. Harusnya pemerintah lebih punya strategi untuk mengatasi masalah ini, apalagi masalah ini sepertinya selalu berulang setiap tahun. Nasehat menanam cabai seharusnya diucapkan antara kami, masyarakat biasa, karena itu memang sudah kewajiban kami untuk selalu melakukan penghematan dan selalu mencoba mengerti kesulitan pemerintah dengan mencoba mengatasi masalah kami tanpa menunggu aksi dari pemerintah. Tidak bisakah bapak-bapak melakukan hal yang serupa, melakukan kewajiban pemerintah, mengerti perasaan masyarakat yang belum juga sejahtera, dan melakukan hal semaksimal mungkin? Penulis masih berharap banyak pada pemerintah, tolong jangan kecewakan lagi... ^^b