Monday, January 10, 2011

Di Sisi Jalanan Ini


Weleh..., kangen banget sama desa yang satu ini, tempat yang walau hanya sebentar disinggahi namun kesannya masih tertinggal begitu dekat dan lekat. Yup, desa yang termasuk di area Dataran Tinggi Dieng ini bernama Patak Banteng. Luas desa ini mencakup 229.454 ha dengan ketinggian adalah 2011 mdpl. Jarak dari pemerintahan kecamatan Kejajar adalah 7 km, sedangkan jarak dari pemerintahan kabupaten Wonosobo adalah 24 km, dan memiliki penduduk 2433 orang yang semuanya beragama Islam.


Desa ini terletak setelah gerbang Dieng Plateau Area, di kiri jalan ada sebuah lapangan tempat dulu kami melakukan pemeriksaan hewan kurban. Di sebelahnya ada bangunan SD yang masih terawat dengan cukup baik. Kanan kiri jalan tampak rumah penduduk berderet dekat, di halaman rumah mereka yang biasanya tidak luas ada pohon carica dan kemiri. Carica yang mirip pepaya mini ini dapat diolah menjadi aneka makanan dan minuman. Buah kemiri sendiri apabila telah matang berwarna merah di ujungnya, rasanya manis kecut, aneh tapi enak. Ada juga pohon cemara siuk yang tinggi ramping. Selain itu tampak pula bunga terompet kuning yang cantik menghias pinggir jalan.

Rumah penduduk di antara ladang

Di sisi kiri jalan selanjutnya ada sebuah jalan yang menuju Desa Jojogan, di ujung desa Jojogan ini adalah Telaga Warna yang merupakan ikon pariwisata Dataran Tinggi Dieng. Di dekat jalan ini ada sebuah masjid hijau yang merupakan salah satu dari 3 masjid di desa ini. Beberapa warung kelontong juga tampak menjual keperluan sehari-hari, pulsa, makanan ringan, sampai kebutuhan pertanian. Oya, mayoritas penduduk disini adalah petani kentang. Kadang pula ada penjual jagung bakar, tukang bakso gerobak atau pikul, atau pedagang mie ongklok yang mangkal di pinggir jalan.

Jalanan yang sepi

Di sisi kiri jalan berkutnya adalah kantor desa yang sepi dan lengang. Namun akan selalu ramai jika ada acara khusus, pelatihan, perlombaan, pertunjukan, atau sekedar acara olahraga bapak-bapak. Di sebelahnya adalah Rumah Belajar Bergema yang tiap malam selalu ramai oleh kegiatan belajar anak-anak. Di sisi kanan jalan selanjutnya ada masjid lain yang cukup besar dan memiliki halaman yang lumayan luas. Masjid ini letaknya dekat dengan sebuah MI yang memiliki 2 lantai.

Rumah Belajar Bergema

Rumah-rumah penduduk berpusat pada jalan raya dan menyebar sampai jauh ke kaki gunung. Jalanan ini didominasi oleh sepeda motor, mobil, bis jurusan Dieng, dan truk kentang. Jika malam tiba tidak semua lampu jalan menyala dan suasana sangat hening, psst.., dulu kami hobi sekali jalan berbaris di tengah jalan. Di jalanan ini, di desa ini, yang selalu ada dalam hati...^^b