
Huhuhu..., kenapa film ini bagus banget sih.., bikin terharu pula.., padahal film ini sederhana banget, ceritanya tentang mainan si Andy, yup it’s Toy Story 3. Kita akan bertemu lagi dengan Woody si sherif koboi, Space Ranger Buzz Lightyear, Jessie dan Bulleye, Mr. dan Mrs. Potatoe Head dan anak-anaknya si alien, Rex si Tyranosaurus, Slinky Dog, dan Barbie kepunyaan Molly adik Andy.
Kali ini Toy Story dah sampai jilid 3. Petualangan mainan Andy sudah sampai ke klimaksnya nih. Ceritanya Andy sekarang sudah gede, sudah mau masuk college alias masuk kampus. Andy pun mau tak mau harus packing dan beres-beres. Masalahnya, Andy hanya memilih Woody untuk menemaninya, sedangkan mainan sisanya ia bereskan dan hendak ia taruh di loteng. Di sinilah awal masalah terjadi, alih-alih membawa sekumpulan mainan Andy ke loteng, ibu Andy dengan tak sengaja malah menaruh kantung berisi mainan itu ke trotoar dimana semua sampah akan diangkut ke truk sampah. Untungnya, mainan-mainan itu bisa menyelamatkan diri dan kemudian malah berniat bergabung dengan Barbie dan barang-barang lain yang hendak disumbangkan ke penitipan anak Sunnyside.
Berangkatlah mereka menuju Sunnyside dengan harapan yang besar untuk dapat kembali dimainkan. Woody yang tak sengaja ikut ke Sunnyside pun mengajak teman-temannya untuk kembali ke Andy meski mereka mungkin selamanya tak akan dimainkan oleh Andy lagi. Di Sunnyside mereka bertemu dengan Lotso si beruang ungu berbau strawberry, Ken pasangan Barbie, dan juga Big Baby yang dengan senang hati menerima kedatangan mereka. Keluarga mereka pun terpecah, antara Woody yang bersikeras kembali ke Andy dan sisanya yang memilih bertahan di Sunnyside.
Akankah keluarga mainan ini terpisah atau bisa berkumpul lagi? Akankah Sunnyside menjadi rumah mereka selanjutnya? Film ini berwarna banget deh, ada lucu dan sedihnya, ada adegan Buzz nari salsa juga, hehe. Film ini mengajarkan kita untuk tetap berlapang dada dan menerima perpisahan seberat apapun itu, semanis apapun kenangan yang telah dilalui bersama. Karena kadang kita memang tidak harus tetap bersama, kadang perpisahan memang tidak bisa dihindari. Yang paling penting adalah meski berpisah hati tetap bersatu dan tidak saling melupakan. Oh.., how sweeeeet...
Kali ini Toy Story dah sampai jilid 3. Petualangan mainan Andy sudah sampai ke klimaksnya nih. Ceritanya Andy sekarang sudah gede, sudah mau masuk college alias masuk kampus. Andy pun mau tak mau harus packing dan beres-beres. Masalahnya, Andy hanya memilih Woody untuk menemaninya, sedangkan mainan sisanya ia bereskan dan hendak ia taruh di loteng. Di sinilah awal masalah terjadi, alih-alih membawa sekumpulan mainan Andy ke loteng, ibu Andy dengan tak sengaja malah menaruh kantung berisi mainan itu ke trotoar dimana semua sampah akan diangkut ke truk sampah. Untungnya, mainan-mainan itu bisa menyelamatkan diri dan kemudian malah berniat bergabung dengan Barbie dan barang-barang lain yang hendak disumbangkan ke penitipan anak Sunnyside.
Berangkatlah mereka menuju Sunnyside dengan harapan yang besar untuk dapat kembali dimainkan. Woody yang tak sengaja ikut ke Sunnyside pun mengajak teman-temannya untuk kembali ke Andy meski mereka mungkin selamanya tak akan dimainkan oleh Andy lagi. Di Sunnyside mereka bertemu dengan Lotso si beruang ungu berbau strawberry, Ken pasangan Barbie, dan juga Big Baby yang dengan senang hati menerima kedatangan mereka. Keluarga mereka pun terpecah, antara Woody yang bersikeras kembali ke Andy dan sisanya yang memilih bertahan di Sunnyside.
Akankah keluarga mainan ini terpisah atau bisa berkumpul lagi? Akankah Sunnyside menjadi rumah mereka selanjutnya? Film ini berwarna banget deh, ada lucu dan sedihnya, ada adegan Buzz nari salsa juga, hehe. Film ini mengajarkan kita untuk tetap berlapang dada dan menerima perpisahan seberat apapun itu, semanis apapun kenangan yang telah dilalui bersama. Karena kadang kita memang tidak harus tetap bersama, kadang perpisahan memang tidak bisa dihindari. Yang paling penting adalah meski berpisah hati tetap bersatu dan tidak saling melupakan. Oh.., how sweeeeet...