Dasar anak kos yang penuh perhitungan kami pergi memakai jasa
Transjogja, cukup hemat hanya Rp. 3.000 saja. Berangkat cukup telat
sekitar pukul 10.00 pagi kami menunggu bus dengan sabar. Tak lama bus
pun siap mengantar kami ke Prambanan, saat itu penumpang cukup banyak
dan kami beruntung mendapat tempat duduk.
Sampai di halte Prambanan kami melanjutkan perjalanan dnegan berjalan kaki menuju pintu masuk tempat wisata yang terletak di pinggir jalan raya ini. Lumayan jauh juga, untung tadi sudah sempat sarapan, hehe. Setelah melewati jejeran pedagang pakainan dan oleh-oleh khas Prambanan, kami lantas mengantre tiket. Disini kami menyadari bahwa kami salah perhitungan. Waktu itu kan week-end, jadi harga tiket lebih mahal dibandingkan hari biasa. Kalau tak salah Rp. 15.000 melayang dari dompet kami, hiks hiks, bisa buat makan sehari tuh..
Tak banyak cincong kami pun masuk dan mulai menyusuri jalanan menuju candi yang bersih. Di depan area candi tampak ada artikel mengenai kondisi Prambanan sebelum dan sesudah gempa yang melanda Yogyakarta dan sekitarnya pada tahun 2006 yang lalu. Tak jauh dari sana juga tampak sebuah terop putih dipersiapkan, entah untuk acara apa.. Memasuki area candi suasana panas mulai menyerang kami, banayak pengunjung lain yang membawa payung untuk menangkal panas. Candi Prambanan yang merupakan candi hindu tampak cantik dan menjulang. Kami juga sempat memperhatikan relief pada candi. Beberapa candi tampak dala perbaikan dan pengunjung dilarang masuk kesana. Pada sebuah candi kami masuk dan menemukan candi sapi di dalamnya. Namun kondisi di dalam candi yang gelap membuat kami beranjak.
Selanjutnya kami menuju ke arah utara candi dimana ada beberapa candi lain selain candi prambanan. Satu di antaranya adalah candi Lumbung, candi ini kondisi tidak utuh lagi, syang sekali ya...
Kemudian kami menuju area museum dimana kami menemukan banyak arca yang tidak utuh lagi berserakan di sekitar museum. Di museum ini pengunjung juga bisa menonton film tentang Prambanan lho. Isi museum sendiri antara lain adalah sejarah Prambanan dan candi lain di Indonesia, ada juga artikel tentang sendratari Ramayana, dan juga ada seperangkat gamelan lengkap.
Puas mengubek-ubek museum kami pun beranjak pulang. Namun sebelumnya kami mampir dulu di kandang rusa totol yang dekat dengan pintu keluar dan menyapa mereka sejenak, hehe. Tak terasa hampir waktu sudah beranjak sore, kami pun menuju halte untuk kembali menggunakan Transjogja untuk pulang.
Nunggu di halte TransJogja
Sampai di halte Prambanan kami melanjutkan perjalanan dnegan berjalan kaki menuju pintu masuk tempat wisata yang terletak di pinggir jalan raya ini. Lumayan jauh juga, untung tadi sudah sempat sarapan, hehe. Setelah melewati jejeran pedagang pakainan dan oleh-oleh khas Prambanan, kami lantas mengantre tiket. Disini kami menyadari bahwa kami salah perhitungan. Waktu itu kan week-end, jadi harga tiket lebih mahal dibandingkan hari biasa. Kalau tak salah Rp. 15.000 melayang dari dompet kami, hiks hiks, bisa buat makan sehari tuh..
Tak banyak cincong kami pun masuk dan mulai menyusuri jalanan menuju candi yang bersih. Di depan area candi tampak ada artikel mengenai kondisi Prambanan sebelum dan sesudah gempa yang melanda Yogyakarta dan sekitarnya pada tahun 2006 yang lalu. Tak jauh dari sana juga tampak sebuah terop putih dipersiapkan, entah untuk acara apa.. Memasuki area candi suasana panas mulai menyerang kami, banayak pengunjung lain yang membawa payung untuk menangkal panas. Candi Prambanan yang merupakan candi hindu tampak cantik dan menjulang. Kami juga sempat memperhatikan relief pada candi. Beberapa candi tampak dala perbaikan dan pengunjung dilarang masuk kesana. Pada sebuah candi kami masuk dan menemukan candi sapi di dalamnya. Namun kondisi di dalam candi yang gelap membuat kami beranjak.
Ada memorial Gempa-nya
Selanjutnya kami menuju ke arah utara candi dimana ada beberapa candi lain selain candi prambanan. Satu di antaranya adalah candi Lumbung, candi ini kondisi tidak utuh lagi, syang sekali ya...
Jalannya bagus..
Kemudian kami menuju area museum dimana kami menemukan banyak arca yang tidak utuh lagi berserakan di sekitar museum. Di museum ini pengunjung juga bisa menonton film tentang Prambanan lho. Isi museum sendiri antara lain adalah sejarah Prambanan dan candi lain di Indonesia, ada juga artikel tentang sendratari Ramayana, dan juga ada seperangkat gamelan lengkap.
Ada mini-borobudur
Kelihatan banget aktingnya..
Puas mengubek-ubek museum kami pun beranjak pulang. Namun sebelumnya kami mampir dulu di kandang rusa totol yang dekat dengan pintu keluar dan menyapa mereka sejenak, hehe. Tak terasa hampir waktu sudah beranjak sore, kami pun menuju halte untuk kembali menggunakan Transjogja untuk pulang.
Ada rusa totolnya jugaaaak...
Nampang pas pulang