Pagi memang waktu yang favorit untuk bepergian. Masih sepi dan cuaca belum panas. Waktu itu penulis hendak pergi dari Ngawi menuju Yogyakarta. Kali ini penulis hendak menggunakan jasa kereta api yang relatif masih baru beroperasi yaitu Madiun Jaya.
Penulis berangakat dari pusat kota Ngawi menuju Stasiun Paron yang terletak 7 km dari pusat kota. Stasiun Paron ini adalah stasiun yang paling dekat dari pusat kota Ngawi, dibandingkan Stasiun Walikukun dan Stasiun Kedunggalar ataupun Stasiun Geneng. Cuaca pagi yang dingin setelah diguyur hujan semalaman diteguhkan dengan keadaan meluapnya saluran air di kanan kiri jalan. Semakin dekat dengan Paron semakin meluaplah air, namun untungnya stasiun aman-aman saja.
Kereta api datang tepat waktu dan langsung berangkat kembali. Masih banyak tempat duduk yang kosong, mengingat waktu itu bukan week end. Troli makanan kemudian lewat dengan dentingan belnya yang khas. Semakin lama semakin banyak penumpang yang naik, terutama saat mendekati kota Solo, bahkan diantaranya harus rela berdiri. Sesaat penulis menghadapi masalah yang kerap datang di pagi hari yaitu ingin buang hajat, maaf ya ceritanya rada jorok, hehe. Tapi jangan kuatir di dalam kereta banyak toilet yang bersih-bersih, sayang tisunya tidak ada, tapi airnya lancar mengalir dan bersih.
Kereta pun sampai di daerah Yogyakarta, melewati stasiun Maguwo yang berdempetan dengan Bandara Internasional Adi Sucipto. Tampak beberapa pesawat hilir mudik linasan bandara, rupanya bandara ini sudah pulih dari dampak letusan Gunung Merapi beberapa saat yang lalu. Sesaat kemudian kereta sampai di Stasiun Lempuyangan. Stasiun tampak ramai dengan tukang ojek dan becak, hmm.., semua orang sedang rajin mencari uang.
Keluar dari stasiun suasana tampak semakin ramai, lalu lalang kendaraan yang melewati jalan yang relatif sempit, kerumunan penjemput yang mencari sanak saudaranya, tukang ojek yang menawarkan jasanya, serta tukang parkir yang mengatur jajaran sepeda motor yang diparkir di tepi jalan. Wuih.., rame banget pokoknya, apalagi kemudian datang kereta api lagi, mungkin Senja Utama dari Jakarta namun penulis juga tidak yakin, sehingga kerumunan penumpang yang baru turun dari kereta tidak berkurang malah semakin bertambah. Saran penulis adalah sebaiknya anda hindari Jalan Lempuyangan ini jika tidak ingin perjalanan anda sedikit terhambat.^^b