Saturday, December 4, 2010

Harry Potter and the Deathly Hallows part 1

Horeeee..., yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Film Harry Potter and the Deathly Hallows rilis juga tanggal 19 November kemarin. Seluruh penggemar di seantero jagad sudah tidak sbar untuk menonton film ini, begitu pula dengan saya yang menonton film ini pada 26 November sesaat setelah mengurus pendaftaran CPNSD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan bermodalkan Rp. 20.000 tiket sudah di tangan, sayang juga film ini tidak jadi 3D, pasti lebih asyik kali ya..

Berbeda dengan versi novelnya film ini dibuka dengan kepanikan di Kementian Sihir, dilanjutkan dengan kemuraman ala Harry, Hermione, dan Ron. Harry yang dengan berat hati “harus” berpisah dengan keluarga Dursley. Hermione yang harus memodifikasi ingatan orang tuanya yang muggle. Dan Ron yang entah termenung entah tertegun memandangi langit di depan the Burrows, kyaaaaaa... ups maaf..
Selanjutnya seperti tagline film ini yaitu Nowhere is Safe, kelajutan cerita berkisah pada pelarian tiga sahabat ini dalam pencarian Horcrux. Tentu saja lengkap dengan segala macam bumbu aksi kejar-kejaran, adu mantra, dan aksi Apparate, juga diwarnai drama pembelotan oleh Ron serta aksi heroik si peri bebas Dobby.
Ada banyak hal yang berbeda, seperti Ron yang badannya jadi gede banget di film padahal di novel Ron kurus tinggi. Jalan ceritanya juga sedikit berbeda tapi ya maklum saja lah. Kalau boleh kritik sih, harusnya lebih banyak mengulik problem Harry dan Ron yang berantem (secara tokoh favorit saya kan Ron Weasley Rupert Grint, hehe...), memang sih ada adegannya namun tidak terlalu mengena dan pertengkaran mereka pun berakhir begitu saja seperti tidak pernah terjadi pertengkaran sebelumnya.
Oya film ini juga, karena kekompleksan ceritanya harus dibagi menjadi dua bagian agar tidak banyak bagian dari novel yang terpotong. Menurut saya sendiri film ini banyak konyolnya, dan karena telah hafal jalan cerita novel jadi tidak terlalu horor bin suram. Dan tetap saya lebih suka membaca novelnya, lebih lengkap dan seru. Kenapa ya ga dibuat sama persis saja seperti novelnya, hahaha, bisa-bisa jadi 10 bagian nanti, bangkrut deh...