Saturday, December 11, 2010

Shrek Final Chapter


Saatnya menonton modifikasi fairy tale ala Hollywood, yup.., mari nonton si ogre Shrek dalam Shrek Final Chapter Forever After. Setelah pada seri yang sebelumnya kita hanyut dalam petualangan Shrek, Fiona, Donkey, dan Puss in Boots menghadapi musuh-musuhnya, kini giliran Shrek harus menghadapi kehidupan yang “happily ever after” sebagai bapak rumah tangga, hahay...

Shrek yang telah dikaruniai 3 anak, Farkle, Fergus, dan Felicia buah cintanya dengan Fiona, menjalani kehidupan baru sebagai ayah. Mengasuh anak, memberi minum, membersihkan popok, dan merapikan meja hanyalah satu dari sekian kegiatan sehari-hari Shrek. Tidak ada lagi mengaum menakuti warga desa, dan tidak ada lagi acara berkubang di lumpur. Shrek yang frustasi kemudian mengacau di acara ulang tahun anaknya dan bertengkar dengan Fiona.
Saat yang kalut itu dimanfaatkan oleh penyihir Rumpelstilskin yang telah lama menyimpan dendam terhadap Shrek. Rumpelstilskin menawarkan sebuah perjanjian yang disebut “Ogre for a Day”, dimana Shrek bisa menjadi ogre sejati untuk sehari. Sebenarnya Rumpelstilskin menyimpan sebuah rencana licik dalam tawarannya tersebut, ia hendak mengambil hari lahir Shrek agar Shrek tidak pernah ada di dunia ini.
Shrek yang terperdaya akhirnya menerima tawaran Rumpelstilskin dan mulai menikmati harinya sebagai ogre sejati. Namun belum berapa lama, Shrek menyadari akal bulus Rumpelstilskin dan menghadai kenyataan bahwa Rumpelstilskin telah menguasai kerajaan Far Far Away, seluruh penyihir memburu ogre, dan Fiona tidak mengenalinya sama sekali. Shrek pun berjuang mengembalikan harinya kembali dengan bantuan Donkey dan Puss yang obesitas. Yang dibutuhkan Shrek untuk hanyalah “true love kiss” dari Fiona. Seperti Shrek yang dulu menyelamatkan Fiona dengan ciumannya, kini keadaan berbalik, Shrek yang harus berjuang mendapatkan ciuman dari Fiona. Bukan sembarang ciuman tapi true love kiss lho. Akankah Shrek mendapatkannya tepat waktu?
Well.., film ini masih tetap lucu seperti seri sebelumnya. Donkey yang masih tetap hobi menyanyi dan Puss yang berubah gendut namun masih tetap mengandalkan sepatu boot dan tatapan mata besarnya. Oya meski film ini sepertinya ditujukan untuk anak-anak, namun adegan ciumannya lumayan sering deh, kurang nyaman juga jadinya.
Yang bisa kita petik dari film ini adalah kamu tidak akan benar-benar menyadari apa yang telah kamu punya sebelum kamu kehilangannya. Nah, teman-teman, belajarlah mencintai apa yang kamu punya hari ini, jangan pernah menyiakannya karena kamu belum tentu punya satu hari untuk menikmatinya nanti, okey...