Sekaten di Yogyakarta memang salah satu dari sekian banyak acara tahunan yang dinanti-nanti. Tak terkecuali bagi kami, mahasiswa perantauan yang suka sekali kumpul-kumpul ga penting, hehe. Berangkat bersama-sama dari area Jalan Kaliurang, kami langsung menuju area Alun-alun Utara lewat Malioboro. Suasana tampak ramai, untungnya kami masih dapat tempat parkir di dekat benteng Vredenburg di ujung Jalan Malioboro. Setelah memarkir sepeda motor, kami berjalan ke selatan menuju Alun-alun Utara.
Wih, Alun-alun sudah ramai sekali oleh pedagang. Kami pun berjalan sambil tengok kanan kiri. Oya, karcis masuk ke area Sekaten sekitar Rp. 2.500. Di dalamnya ada penjual pakaian, mainan, sepatu, sandal, dan masih banyak lagi. Kami sih tidak berminat belanja, jadi cuma muter-muter saja. Setelah melewati deretan penjual aneka ragam, kami melewati area permainan yang lumayan komplit, mulai dari Rumah Hantu sampai Boom Boom Car. Anak laki-laki seperti menjadi anak kecil lagi ketika bermain Boom Boom Car. Dan kami berteriak-teriak ga penting ketika masuk Rumah Hantu, ga serem sih, kami berteriak-teriak biar seru saja, haha. Lalu kami juga naik Bianglala seperti masih anak kecil saja. Harga tiket setiap permainan bervariasi namun berkisar antara Rp. 5.000.
Setelah puas mengelilingi area Sekaten kami beranjak menuju pintu keluar. Namun tak lupa kami mampir beli makanan kerak telor yang katanya penjualnya asli dari Jakarta. Menikmati kerak telor bareng-bareng di trotoar ternyata asyik juga, hehehe, kerak telor 2 porsi dikeroyok oleh tak kurang dari 10 orang, jadinya cuma dapat secuil-secuil deh... Sekitar pukul 22.00 kami pun beranjak pulang menuju parkiran motor.
Malam yang beranjak larut menimbulkan ide, alih-alih pulang kami pun malah mampir ke Tugu. Setelah memarkir motor di depan sebuah toko yang sudah tutup kami berjingkat menuju landmark kota Yogyakarta itu. Lalu lintas yang mulai sepi membuat kami leluasa untuk berfoto-ria. Menurut mitos, jika sudah berfoto di Tugu maka pasti akan kembali lagi ke Yogyakarta, believe it or not? Buktikan saja sendiri..
Setelah puas mengelilingi area Sekaten kami beranjak menuju pintu keluar. Namun tak lupa kami mampir beli makanan kerak telor yang katanya penjualnya asli dari Jakarta. Menikmati kerak telor bareng-bareng di trotoar ternyata asyik juga, hehehe, kerak telor 2 porsi dikeroyok oleh tak kurang dari 10 orang, jadinya cuma dapat secuil-secuil deh... Sekitar pukul 22.00 kami pun beranjak pulang menuju parkiran motor.
Malam yang beranjak larut menimbulkan ide, alih-alih pulang kami pun malah mampir ke Tugu. Setelah memarkir motor di depan sebuah toko yang sudah tutup kami berjingkat menuju landmark kota Yogyakarta itu. Lalu lintas yang mulai sepi membuat kami leluasa untuk berfoto-ria. Menurut mitos, jika sudah berfoto di Tugu maka pasti akan kembali lagi ke Yogyakarta, believe it or not? Buktikan saja sendiri..