Saturday, December 4, 2010

Little Miss Sunshine


Film ini memang tokoh utamanya adalah seorang gadis kecil, namun menurut saya film ini masuk kategori film dewasa, habis temanya banyak yang untuk dewasa. Yuk check it out.
Little Miss Sunshine adalah film komedi produksi 2006, disutradarai oleh pasangan suami istri Jonathan Dayton dan Valerie Faris. Berkisah tentang perjalanan sebuah keluarga dengan Volkswagen T2 Microbus. Keluarga tersebut terdiri dari Sheryl Hoover seorang ibu yang memiliki 2 orang anak Dwayne dan Olive, suaminya bernama Richard. Sheryl juga meiliki seorang saudara bernama Frank yang sedang dalam pemulihan setelah berusaha untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Anggota keluarga yang terakhir adalah ayah Richard yang bernama Edwin.

Suatu hari karena Olive masuk kualifikasi sebagai finalis kontes kecantikan "Little Miss Sunshine", keluarga kecil itupun berangkat bersama ke Redondo Beach California. Dalam perjalanan nilah semua masalah terjadi, dari pekerjaan Richard yang berantakan, kenyataan yang harus dihadapi oleh Dwayne, sampai kematian sang kakek. Namun bagusnya, semua masalah itu tidak menghentikan keluarga ini untuk mengantar Olive ke California. Nah setelah semua perjuangan tersebut, akankah Olive memenangkan kontes kecantikan itu?
Beberapa tanggapan untuk film ini antara lain datang dari Jim Emerson, editor RogerEbert.com, yang menulis “Little Miss Sunshine shows us a world in which there's a form, a brochure, a procedure, a job title, a diet, a step-by-step program, a career path, a prize, a retirement community, to quantify, sort, categorize and process every human emotion or desire. Nothing exists that cannot be compartmentalized or turned into a self-improvement mantra about 'winners and losers”. Sedangkan Brian Tallerico dari UGO.com juga fokus pada tema film dan menulis “Little Miss Sunshine teaches us to embrace that middle ground, acknowledging that life may just be a beauty pageant, where we're often going to be outdone by someone prettier, smarter, or just plain luckier, but if we get up on that stage and be ourselves, everything will turn out fine”. Nah, siap belajar dari film komedi ini?