
Prison Break Season 2 Episode California, adegan pas Sara Trancredi mengevaluasi tindakannya. Membantu pelarian narapidana, ikut dalam pelarian narapidana, bahkan juga hendak mengakhiri hidup seseorang meskipun orang itu adalah penjahat, padahal tidak berapa lama sebelumnya dia adalah seorang dokter. Kasihan banget si Sara ya.. Situasi saya juga hampir sama dengan Sara, meski masalah saya memang tidak se-complicated masalah Sara, saya cuma belum berhasil lulus dari 7 ujian tulis CPNS Pusat yang saya ikuti sekitar mulai 2 bulan yang lalu. Persamaannya adalah saya juga hendak mengevaluasi tindakan saya beberapa bulan terakhir ini.
Yang pertama saya ikuti adalah ujian Departemen Kesehatan, boro-boro lulus ujian, saya bahkan tidak lulus administrasi! Parah sekali.. Disini kesalahan mungkin terjadi pada saya yang kurang teliti, mungkin warna stopmap salah atau kode lamaran yang salah. Padahal semua persyaratan sudah saya penuhi dan telah saya periksa lebih dari 3 kali, kiriman berkas via pos juga telah saya periksa secara online, sampai sekarang saya masih penasaran apa kesalahan saya... Kemungkinan kedua, kesalahan ada pada panitia, mungkin ada kesalahan teknis atau kekurangtelitian panitia. Mengingat bahwa panitia adalah manusia biasa yang tentunya bisa salah juga, betul kan?
Kedua adalah ujian Departemen Perikanan dan Kelautan (DKP). Yang ini sih saya lulus administrasi, masalahnya adalah jadwal ujian DKP bentrok dengan ujian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Ada satu ujian lagi yang tidak bisa saya ikuti meski lolos administrasi, yaitu ujian Departemen Kehutanan. Alasannya sama yaitu bentrok dengan ujian LIPI. Jadinya bukan salah siapa-siapa, mungkin kalau boleh saya ingin menyalahkan jadwal, may I? Hehehe.., atau harusnya saya melakukan pertimbangan prioritas kali ya..
Yang selanjutnya adalah ujian LIPI. Inilah pencapaian terbaik dari semua ujian yang telah saya lalui. Sebelum akhirnya dinyatakan tidak lulus, saya sudah mencapai tahap terakhir yaitu wawancara. Mungkin saya kurang pede kali ya atau kurang persiapan kayaknya. Tempat saya melamar juga jauh dari domisili dan almamater senior tidak sama dengan saya, penting ga sih? Entahlah... –to be continued- ^^b
Yang pertama saya ikuti adalah ujian Departemen Kesehatan, boro-boro lulus ujian, saya bahkan tidak lulus administrasi! Parah sekali.. Disini kesalahan mungkin terjadi pada saya yang kurang teliti, mungkin warna stopmap salah atau kode lamaran yang salah. Padahal semua persyaratan sudah saya penuhi dan telah saya periksa lebih dari 3 kali, kiriman berkas via pos juga telah saya periksa secara online, sampai sekarang saya masih penasaran apa kesalahan saya... Kemungkinan kedua, kesalahan ada pada panitia, mungkin ada kesalahan teknis atau kekurangtelitian panitia. Mengingat bahwa panitia adalah manusia biasa yang tentunya bisa salah juga, betul kan?
Kedua adalah ujian Departemen Perikanan dan Kelautan (DKP). Yang ini sih saya lulus administrasi, masalahnya adalah jadwal ujian DKP bentrok dengan ujian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Ada satu ujian lagi yang tidak bisa saya ikuti meski lolos administrasi, yaitu ujian Departemen Kehutanan. Alasannya sama yaitu bentrok dengan ujian LIPI. Jadinya bukan salah siapa-siapa, mungkin kalau boleh saya ingin menyalahkan jadwal, may I? Hehehe.., atau harusnya saya melakukan pertimbangan prioritas kali ya..
Yang selanjutnya adalah ujian LIPI. Inilah pencapaian terbaik dari semua ujian yang telah saya lalui. Sebelum akhirnya dinyatakan tidak lulus, saya sudah mencapai tahap terakhir yaitu wawancara. Mungkin saya kurang pede kali ya atau kurang persiapan kayaknya. Tempat saya melamar juga jauh dari domisili dan almamater senior tidak sama dengan saya, penting ga sih? Entahlah... –to be continued- ^^b