Saturday, February 26, 2011

The Year My Parents Went on Vacation, Mr. Magorium's Wonder Emporium, & Bridge to The Terabithia

Berita terbaru yang lagi heboh nih, film Hollywood tidak akan beredar di Indonesia lagi, katanya sih masalah pajak. Well, kalau buat penulis sendiri sih, its not a big deal, lha wong cuma ke bioskop kalo mau liat Harry Potter doang, wkwkwkwk...#kere.com.
Kita kembali ke review film aja yah, kali ini masih tetap bertema keluarga. Yang pertama adalah film Brasil berjudul The Year My Parents Went on Vacation.
Film ini berbahasa Brasil, jadi ya rada-rada ga biasa. Peulis sempat heran dengan label dewasa pada film ini, ternyata memang benar ini adalah film dewasa yang peran utamanya adalah anak kecil. Ceritanya sebenarnya menarik, yaitu seorang anak yang harus tinggal dengan kakeknya, sayangnya ia datang tepat saat kakeknya meninggal dunia. Tapi ceritanya berlatar belakang politik dan agama serta budaya, jadi labelnya sih bener untuk dewasa, kecewa deh....
Yang kedua adalah film fantasi berjudul Mr. Magorium's Wonder Emporium, yang dimainkan oleh Dustin Hoffman dan Natalie Portman, bintangnya sih keren-keren tapi ceritanya biasanya aja, aneh dan membosankan. Ceritanya tentang Mr. Magorium yang memiliki toko mainan yang akan pergi dan mewariskan toko pada karyawannya Mahoney. Untuk itu ia juga memperkerjakan seorang akuntan yang ia lebih suka memanggilnya mutan, jayus kayaknya ya... Ia juga memberi Mahoney sebuah kotak kayu yang akan membantunya mengurus toko. Fantasi sih fantasi, tapi rasanya kok nanggung yah, sama nih kecewa.com.
Yang terakhir adalah Bridge to The Terabithia yang lumayan bagus dan di luar dugaan. Ceritanya tentang dua anak yang saling bersahabat, mereka cocok satu sama lain karena sama-sama aneh, istilahnya sih weird and weirder. Yang satu anak yang hobi menggambar dan satunya lagi suka mengarang cerita. Mereka punya tempat bermain rahasia dengan tali sebagai pintu masuknya. Sebagai teman, mereka saling membantu dan menguatkan, oh so sweet deh.. Persahabatan mereka juga banyak memperbaiki masalah, bahkan ketika mereka harus berpisah pun perpisahan itu menyelesaikan masalah. Tali yang dulu berperan sebagai pintu masuk digantikan oleh jembatan yang cantik, yup, jambatan menuju Terabithia, Bridge to Terabithia... Menonton film ini kita jadi belajar bahwa betapa pun sakitnya perpisahan, kita harus bangkit dan mensyukuri yang masih ada, #sedih deh...^^b