Wednesday, February 9, 2011

Kenangan yang Dimodifikasi

Membuka kembali barang-barang di gudang bagi penulis adalah pekerjaan yang mengasyikan, karena artinya banyak sampah terbuang membuat rumah menjadi lebih rapi, seperti saat ini ketika penulis membongkar barang-barang jaman SMA dan kuliah. Lebih banyak barang kuliah sih, karena barang SMA sudah terlebih dahulu disingkirkan. Barang SMA yang masih tertinggal antara lain kartu pelajar, kartu ujian nasional, soal-soal ujian masuk universitas, surat-surat lama, foto-foto lama, buku harian, buku-buku agenda, buku lirik lagu, dan kalkulator yang sudah rusak.
Yang paling banyak adalah surat dan soal ujian. Surat-surat ini adalah kiriman dari teman-teman karib yang berbeda kelas dengan penulis, saling curhat dilakukan dengan media kertas. Sedangkan soal-soal ujian masih tersimpan rapi lengkap dengan pembahasannya, namun anehnya daftar peserta yang lolos ujian malah tidak tersimpan.
Barang kuliah menggunung sekali, lengkap dari perkakas kost sampai buku-buku. Perkakas kost ada meja belajar, meja lipat, tumpukan gelas plastik untuk menjamu teman, rak sepatu, dan rak buku lengkap dengan isinya. Semua materi kuliah yang biasanya berupa hand out sudah rapi terjilid, sayangnya beberapa ada yang hilang saat dipinjam teman. Buku kuliah baik yang asli maupun hasil fotokopi juga memadati rak buku. Tumpukan print-out jurnal, hasil seminar, bekas konsultasi skripsi, makalah aneka judul, catatan kuliah, catatan keuangan, dan laporan praktikum juga menggunung. Lima tahun kuliah hasilnya banyak juga ya, weleh weleh..
Selain hal yang penting ternyata penulis juga menyimpan banyak hal yang remeh temeh, seperti tiket masuk bonbin, tiket masuk bioskop, kartu ujian, daftar nama dosen, majalah kampus, bukti pembayaran uang kampus, peta-peta kota, bulu merak dari bonbin, id card saat study tour, pas photo teman-teman kampus, pin aneka gambar, bahkan bungkus minuman yang bergambar Spongebob dan Patrick, hehehehe. Setelah dipilah barang yang bisa disingkirkan mencapai satu kardus, haha, sampah yang mengandung kenangan tetaplah sampah yang harus dibuang kan? Kenangannya sendiri sudah punya tempat yaitu di otak sebagai pusat memori, jadi tidak alasan untuk membuang sampah kenangan. Ah rumah jadi rapih, bagoooos... ^^b