Wednesday, February 9, 2011

Plants Around Us

Sore-sore ga ada kerjaan, nglamun melihat sekelilig rumah yang isinya banyak banget tanaman. Adem juga ya, how relaxing, hehe.. Yup, di sekitar rumah orang tua penulis memang banyak sekali tanaman. Mulai dari depan rumah yang tanamannya memang sengaja ditanam, ada cemara yang menjadi tempat favorit bagi ayam-ayam punya tetangga, di bawah rimbun tajuk daun jarum cemara memang menyisakan ruang yang nyaman. Ada juga kamboja dalam pot dengan bunga merahnya.
Euphorbia yang berduri namun memiliki bunga cantik juga terselip di antaranya, anak-anak kecil sering menaruh buah-buahan kecil di durinya, lucu juga. Selain itu ada pohon beringin putih, pohon kayu putih, kemuning, kenanga, bermacam tanaman merambat, suruh merah, suruh hijau, bunga bougenvil, berbagai macam puring, bunga melati, lidah buaya, sikas, dan tanaman lain yang penulis tidak tahu namanya.
Di pekarangan samping rumah ada juga pohon delima yang sekarang sedang berbuah tiga biji. Di sampingnya ada pohon jambu biji, buahnya banyak sekali, sesekali ada juga benalu di dahannya, kalau sudah begitu benalu harus diambil agar jambu tetap berbuah banyak. Ada juga macam-macam pisang, seperti pisang kepok dan pisang raja. Buah pisang akan dimakan sendiri dan kadang dijadikan keripik pisang jika ada kepok yang besar-besar. Sebenarnya ada juga pohon sirsak yang sayangnya banyak dikerubuti semut, jadi sebelum berkesempatan berbuah banyak ia sudah keburu ditebang. Buah yang lain adalah nangka, namun karena letaknya terlalu dekat dengan rumah jadi ia selalu dibuat pendek, ia pun jarang sekali berbuah. Selanjutnya menyeruak di antara tanaman buah juga ada bunga sepatu pink yang cantik. Ada juga tanaman gelombang cinta yang dulu pernah sangat populer dan tak lupa tanaman lidah mertua.
Di belakang rumah ada juga pohon pepaya dan pohon mangga, yang selalu berbuah tanpa bosan. Pohon mengkudu juga ada, dulu ibu penulis sering memakan buah mengkudu dengan tujuan kesehatan padahal kan baunya saja ga enak, weeew.. Terus ada juga pohon srikaya yang berbuah lumayan banyak. Ada juga singkong yang daunnya sering dipakai untuk sayur, dan sesekali diambil buahnya jika sudah besar, umbinya besar sebesar lengan orang dewasa. Ubi juga ada, tapi bedanya ia cuma diambil daunnya, penulis belum pernah memanen umbinya. Pohon jarak juga subur di dekat saluran air, sampai ada buahnya juga, tapi penulis kurang tahu kegunaan buah jarak, hehe.. Lalu ada juga tanaman cabe dengan tinggi sekitar 1 meter yang punya sekitar 50 buah, kenaikan harga cabe ga ngaruh tuh di keluarga penulis, asyik kan? Selain itu ada pohon jeruk purut yang daunnya bisa dipakai bikin rempeyek dan buahnya untuk bumbu sambal kelapa, yummy... Kalau untuk bumbu dan sayur juga ada daun pandan, daun suji, daun salam, kemangi, kenikir, beluntas, serta belimbing wuluh, tinggal ambil saja. Dengan banyaknya tanaman di sekitar rumah, kebayang kan capek membersihkannya, butuh waktu setidaknya satu jam untuk menyapu daun-daunnya lho, tapi anggap saja sebagai olahraga ya.. Bersyukur banget deh punya pekarangan dan tanaman di dalamnya..^^b