Wey.., ada film yang menginspirasi niy.., yang pertama inspirasi memasak, sedangkan yang kedua adalah inspirasi menulis. Filmnya tuh Julia & Julie yang menceritakan dua orang wanita yang sama-sama suka memasak. Julie adalah pegawai biasa yang kemudian menulis blog tentang pengalaman memasaknya. Dia punya suami yang baik banget, sabar dan selalu setia menemani Julie, oh how sweet... Sedangan Julia adalah wanita paruh baya yang belajar masakan Prancis saat berada di Prancis untuk menemani suaminya yang sedang bertugas disana.
Sama seperti Julia, penulis dulu juga sering banget menulis surat. Terutama saat telepon seluler belum menjamur seperti sekarang. Sekitar 10 tahun yang lalu penulis masih sering mengirim surat atau kartu lebaran dan kartu ulang tahun untuk teman sekolah yang harus pindah keluar kota. Isi surat mulai dari masalah sekolah, rangking, ulangan, hobi, dan lain-lain ala anak SMP yang baru lulus SD. Penulis juga pernah iseng-iseng menulis surat pada teman sekelas, benar-benar iseng karena isi surat hanya menanyakan kabar, padahal setiap hari kan bertemu di kelas. Maklum anak SMP, masih belum berpikir logis, wkwkwkwk. Bagusnya kami jadi sangat kreatif, mulai bikin kartu ucapan sendiri, amplop cantik juga hasil menghias sendiri, kertas surat juga dilipat sedemikian rupa agar unik, bahkan aksen surat pun didapat dari membakar kertas, hehe.
Kemudian saat beranjak SMA penulis juga masih sering berkirim surat via pos dengan teman di luar kota, meski intensitasnya sudah jauh sekali berkurang. Penulis malah lebih banyak menulis surat untuk teman sekolah yang berbeda kelas. Ini tipikal anak SMA, isi surat selalu ngomongin cowok, hampir 95%, wkwkwkwk. Selain ngomongin cowok, penulis juga sering menerima curahan hati mulai dari masalah pelajaran, takut ga naik kelas, masalah emosi, kesedihan dan kemarahan, perhatian orang tua yang berkurang, serta masalah-masalah yang lain. Memang enak sih curhat lewat surat, bisa panjang dan lebar, entah apa kami memang bertukar saran dengan baik atau kami hanya saling mendengarkan, well.., yang pasti surat sudah sangat membantu kami saat itu terutama saat menghadapi masa puber yang penuh dengan gejolak, hahaha, lebay... Membaca semua surat-surat itu membuat penulis tersenyum tipis, tersenyum geli, tertawa terbahak, berpikir mengingat-ingat, juga tersenyum pahit getir. Sekarang saat komunikasi sangat mudah dilakukan, kami malah jarang saling bercerita lagi, kadang-kadang saja kami bertegur sapa di YM atau facebook chat, how ironic huh..?^^b
Kemudian saat beranjak SMA penulis juga masih sering berkirim surat via pos dengan teman di luar kota, meski intensitasnya sudah jauh sekali berkurang. Penulis malah lebih banyak menulis surat untuk teman sekolah yang berbeda kelas. Ini tipikal anak SMA, isi surat selalu ngomongin cowok, hampir 95%, wkwkwkwk. Selain ngomongin cowok, penulis juga sering menerima curahan hati mulai dari masalah pelajaran, takut ga naik kelas, masalah emosi, kesedihan dan kemarahan, perhatian orang tua yang berkurang, serta masalah-masalah yang lain. Memang enak sih curhat lewat surat, bisa panjang dan lebar, entah apa kami memang bertukar saran dengan baik atau kami hanya saling mendengarkan, well.., yang pasti surat sudah sangat membantu kami saat itu terutama saat menghadapi masa puber yang penuh dengan gejolak, hahaha, lebay... Membaca semua surat-surat itu membuat penulis tersenyum tipis, tersenyum geli, tertawa terbahak, berpikir mengingat-ingat, juga tersenyum pahit getir. Sekarang saat komunikasi sangat mudah dilakukan, kami malah jarang saling bercerita lagi, kadang-kadang saja kami bertegur sapa di YM atau facebook chat, how ironic huh..?^^b