Saturday, February 26, 2011

Life is Beautiful vs. Crash : Life is Crash

Sekali–kali nonton film berpenghargaan yuk. Yang pertama adalah film berbahasa Italia berjudul Life Is Beautiful atau La vita รจ bella. Film produksi 1997 ini bercerita tentang perang, bagus nih.., favoritnya penulis. Film ini dibintangi oleh Roberto Benigni sebagai Guido Orefice. Benigni menang sebagai Best Actor dan filmnya sendiri memenangkan Best Original Dramatic Score dan Best Foreign Language Film dalam 71st Academy Awards pada tahun 1999.

Nasib Anak Kost

Menjadi anak kost adalah pilihan yang harus dijalani saat penulis memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Menyenangkan sebenarnya menjadi anak kost, berarti kita harus belajar mandiri, mulai dari masalah makan sampai keuangan. Bahkan penulis masih rajin mencatat semua pengeluaran, meski banyak toleransi disana-sini, tampaknya penulis tidak berbakat menjadi akuntan, hehe.. Kini, penulis sudah kembali ke kampung halaman membawa sejuta cerita yang lebih banyak pahitnya. Atau rasanya sih seperti itu, karena manusia kan lebih suka mengingat hal-hal yang pahit, biar lebih dramatis gitu lho...

The Year My Parents Went on Vacation, Mr. Magorium's Wonder Emporium, & Bridge to The Terabithia

Berita terbaru yang lagi heboh nih, film Hollywood tidak akan beredar di Indonesia lagi, katanya sih masalah pajak. Well, kalau buat penulis sendiri sih, its not a big deal, lha wong cuma ke bioskop kalo mau liat Harry Potter doang, wkwkwkwk...#kere.com.
Kita kembali ke review film aja yah, kali ini masih tetap bertema keluarga. Yang pertama adalah film Brasil berjudul The Year My Parents Went on Vacation.

Tips Menghadapi Kebakaran

Ada booklet yang sangat menarik yang penulis dapatkan dari majalah Angkasa, booklet tersebut membahas tips menghadapi bencana mulai dari banjir, gempa, sampai tsunami. Penulis akan menyarikannya untuk pembaca, setelah tips menghadapi tanah longsor yang terdahulu kali ini adalah tips menghadapi kebakaran.
Kebakaran bisa terjadi di alam maupun di pemukiman.

Wednesday, February 9, 2011

The Pacifier vs Game Plan

Penulis sendiri juga bingung, kenapa suka nonton film keluarga yang semacam ini. Cupu cupu gimana gitu.. Dua film di atas pada dasarnya memiliki cerita yang sama, yaitu seseorang yang harus berubah drastis. Yang satu seorang marinir berubah profesi menjadi pengasuh anak, tak ayal perlengkapan senjatanya pun berubah menjadi perlengkapan bayi. Sedangkan film yang satunya menceritakan seorang bintang olahraga terkenal yang harus memainkan peran sebagai ayah yang baik bagi anak perempuannya, alih-alih

Journey to Jember Part 2

Tulisan ini adalah lanjutan dari Journey to Jember bagian 1 , happy reading! Setelah puas di Jember saatnya untuk pulang. Kali ini kami memilih moda transportasi Kereta Api kelas Ekonomi Logawa. Bangun pukul 4 pagi dan mandi dengan mata yang enggan terbuka, setengah jam kemudian taksi sudah siap mengantar kami ke stasiun. Jalanan lengang dan sepi, dari Perumahan Taman Gading menuju stasiun sekitar 10 menit dengan biaya Rp. 16.000,-. Langsung saja kami

Journey to Jember Part 1

Memang bukan untuk yang pertama kali penulis datang ke jember, mungkin ini sudah untuk yang kelima kalinya. Seperti biasa penulis berangkat naik bus malam, bedanya karena harus mempersiapkan sesuatu, penulis dan orangtuanya yang biasa berangkat sekitar pukul 7 malam harus berangkat pukul 9 malam. Kami biasa naik bus Mila atau Akas, tergantung mana yang terlebih dahulu datang. Malam itu kami menanti di dekat terminal lama Ngawi dengan sabar, malah sempat minum di warung tenda, hehe.

Plants Around Us

Sore-sore ga ada kerjaan, nglamun melihat sekelilig rumah yang isinya banyak banget tanaman. Adem juga ya, how relaxing, hehe.. Yup, di sekitar rumah orang tua penulis memang banyak sekali tanaman. Mulai dari depan rumah yang tanamannya memang sengaja ditanam, ada cemara yang menjadi tempat favorit bagi ayam-ayam punya tetangga, di bawah rimbun tajuk daun jarum cemara memang menyisakan ruang yang nyaman. Ada juga kamboja dalam pot dengan bunga merahnya.

Mail Me Please

Wey.., ada film yang menginspirasi niy.., yang pertama inspirasi memasak, sedangkan yang kedua adalah inspirasi menulis. Filmnya tuh Julia & Julie yang menceritakan dua orang wanita yang sama-sama suka memasak. Julie adalah pegawai biasa yang kemudian menulis blog tentang pengalaman memasaknya. Dia punya suami yang baik banget, sabar dan selalu setia menemani Julie, oh how sweet... Sedangan Julia adalah wanita paruh baya yang belajar masakan Prancis saat berada di Prancis untuk menemani suaminya yang sedang bertugas disana.

Kenangan yang Dimodifikasi

Membuka kembali barang-barang di gudang bagi penulis adalah pekerjaan yang mengasyikan, karena artinya banyak sampah terbuang membuat rumah menjadi lebih rapi, seperti saat ini ketika penulis membongkar barang-barang jaman SMA dan kuliah. Lebih banyak barang kuliah sih, karena barang SMA sudah terlebih dahulu disingkirkan. Barang SMA yang masih tertinggal antara lain kartu pelajar, kartu ujian nasional, soal-soal ujian masuk universitas, surat-surat lama, foto-foto lama, buku harian, buku-buku agenda, buku lirik lagu, dan kalkulator yang sudah rusak.