Monday, August 9, 2010

Redenominasi dan Sanering

Bank indonesia menruskan rencana penyederhanaan nilai nominal uang rupiah atau redenominasi. Langkah lanjutan adalah kajian studi sosialisasi dan sistem informasi perbankan yang kan berubah terkait dengan proses ini.
Dari biaya pencetakan uang sebenarnya tidak menambah banyak biaya karena Bank Indonesia menarik uang lusuh dan rusak dan mengganti dengan yang baru setiap tahun. Dengan penyediaan alat pecahan kecil atau sen tidak terjadi pembulatan harga sehingga tidak mengganggu inflasi.


Redenominasi rupiah berbeda dengan sanering atau pemotongan nilai uang, berikut ulasannya :
1. Definisi
Redenominasi
Menyederhanakan denominasi/pecahan mata uang dengan cara mengurangi digit/angka nol tanpa mengurangi nilai mata uang tersebut. Misalnya Rp. 1.000 menjadi Rp. 1. Hal yang sama juga dilakukan pada harga-harga barang, sehingga daya beli masyarakat tidak berubah.
Sanering
Pengurangan daya beli masyarakat melalui pemotongan nilai uang. Namun tidak diikuti dengan harga-harga barang sehingga daya masayarakat menurun drastis.
2. Tujuan
Redenominasi
Transaksi lebih efisien dan nyaman.
Sanering
Mengurangi jumlah uang yang beredar akibat lonjakan harga-harga. Dilakukan karena terjadi hiperinflasi/inflasi yang sangat tinggi.
3. Dampak
Redenominasi
Tidak ada kerugian karena daya beli tetap sama.
Sanering
Menimbulkan banyak kerugian karena turunnya daya beli.
4. Nilai uang terhadap barang
Redenominasi
Tidak berubah karena hanya cara penyebutan dan penulisan pecahan uang saja yang disesuaikan.
Sanering
Berubah menjadi lebih kecil karena yang dipotong adalah nilainya.
5. Masa transisi
Redenominasi
Dipersiapkan secara matang dan terukur sampai masyarakat siap agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.
Sanering
Tidak ada masa transisi, dilakukan secara tiba-tiba.
6. Contoh harga bensin Rp. 4.500
Redenominasi 3 digit/3 angka nol
Dengan uang sebanyak Rp. 4,5 tetap dapat membeli 1 liter bensin karena harga 1 liter bensin juga dinyatakan dalam satuan pecahan yang sama/baru.
Sanering per seribu rupiah
Dengan Rp. 4,5 hanya dapat membeli 1/1000 liter.
7. Negara yang sukses adalah Turki, Vietnam, dan Rumania. Negara yang gagal adalah Zimbabwe, Brasil, Argentina, Rusia, dan Ghana.