
Berdasarkan survei yang dilakukan Ericson, jumlah pengguna ponsel telah mencapai 5 miliar orang di seluruh dunia. Sedangkan Research on Asia Group memperkirakan pada tahun 2010 jumlah pengguna telepon di Indonesia mencapai 133 juta, yang berarti separuh dari penduduk Indonesia telah memanfaatkan teknologi informasi.
Telepon sudah menjadi kebutuhan penting dan tidak bisa dihilangkan. Karena telepon sangat mempermudah komunikasi manusia tanpa terhalang ruang dan waktu. Namun perlu juga memperhatikan adab bertelepon, khususnya bagi umat muslim. Karena manfaat telepon yang banyak maka harus disyukuri dengan menggunakan nikmat itu dan bermuamalah dengannya menurut adab Islam. Yang pertama adalah adab seorang muslim ketika menghubungi orang lain lewat telepon, yaitu:
1. Niat yang benar.
2. Jangan menghubungi pada waktu yang tidak pantas, seperti pada larut malam, pagi buta, atau pada saat waktu tidur siang kecuali pada keadaan darurat.
3. Hendaknya tidak melakukan penggilan lebih dari 3 kali.
4. Orang yang menghubungi hendaknya mengucapkan salam ketika memulai pembicaraan.
5. Orang yang menghubungi hendaknya memeperkenalkan diri, sehingga orang yang menerima panggilan bisa mengenalinya.
6. Tidak memperpanjang pembicaraan tanpa kepentingan. Karena merupakan bentuk pemborosan harta dan waktu.
7. Menghormati kepentingan umum, jika menggunakan telepon umum atau warung telekomunikasi.
8. Hendaklah orang yang menghubungi adalah orang yang mengakhiri panggilan. Sebab kedudukan orang yang menghubungi adalah seperti orang yang bertamu.
9. Meletakkan gagang telepon dengan lembut ketika menyudahi pembicaraan.
Yang kedua adalah adab menerima telepon, yaitu :
1. Tidak membiarkan telepon berdering tanpa dijawab, kecuali tahu dengan yakin siapa yang menelepon dan tidak ingin menjawabnya karena alasan tertentu.
2. Seorang wanita jangan menerima telepon ketika baru bangun tidur, kecuali jika suaranya tegas dan tidak terdengar mendesah.
3. Tidak membiarkan anak kecil menerima telepon.
4. Menjawab telepon dengan mengucapkan kata “siapa?”, biarkan si penelepon yang mengucapkan salam sehingga tidak mengubah peran penelepon sebagai yang bertamu.
Hmm.., selamat memperbaiki cara bertelepon, biar barokah, always..
1. Niat yang benar.
2. Jangan menghubungi pada waktu yang tidak pantas, seperti pada larut malam, pagi buta, atau pada saat waktu tidur siang kecuali pada keadaan darurat.
3. Hendaknya tidak melakukan penggilan lebih dari 3 kali.
4. Orang yang menghubungi hendaknya mengucapkan salam ketika memulai pembicaraan.
5. Orang yang menghubungi hendaknya memeperkenalkan diri, sehingga orang yang menerima panggilan bisa mengenalinya.
6. Tidak memperpanjang pembicaraan tanpa kepentingan. Karena merupakan bentuk pemborosan harta dan waktu.
7. Menghormati kepentingan umum, jika menggunakan telepon umum atau warung telekomunikasi.
8. Hendaklah orang yang menghubungi adalah orang yang mengakhiri panggilan. Sebab kedudukan orang yang menghubungi adalah seperti orang yang bertamu.
9. Meletakkan gagang telepon dengan lembut ketika menyudahi pembicaraan.
Yang kedua adalah adab menerima telepon, yaitu :
1. Tidak membiarkan telepon berdering tanpa dijawab, kecuali tahu dengan yakin siapa yang menelepon dan tidak ingin menjawabnya karena alasan tertentu.
2. Seorang wanita jangan menerima telepon ketika baru bangun tidur, kecuali jika suaranya tegas dan tidak terdengar mendesah.
3. Tidak membiarkan anak kecil menerima telepon.
4. Menjawab telepon dengan mengucapkan kata “siapa?”, biarkan si penelepon yang mengucapkan salam sehingga tidak mengubah peran penelepon sebagai yang bertamu.
Hmm.., selamat memperbaiki cara bertelepon, biar barokah, always..