Ramadhan segera tiba. Kaum muslimin menyambut bulan penuh berkah ini dengan suka cita. Puasa ramadhan merupakan perintah Allah SWT yang wajib bagi mereka yang mampu. Jia dilakukan dengan benar puasa sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia.
Dengan berpuasa pencernaan manusia akan istirahat sejenak. Puasa juga bisa
mengendalikan makanan yang berlebihan yang asuk ke dalam tubuh manusia. Selain kesehtan fisik, puasa juga berpengaruh terhadap kesehtan jiwa dan rohani. Sebab puasa melatih orang untuk mengendalikan hawa nafsu dan keinginan. Pengaturan makan saat berpuasa juga berpengaruh terhadap pertahanan dan perlindungan tubuh. Ini dihasilkan dari proses pembuangan makanan sisa metabolisme dalam tubuh.
Kolesterol baik dalam tubuh atau high density lipoprotein bisa meningkat saat puasa, sementara kolesterol jahat atau low density lipoprotein menurun, sehingga terjadi keseimbangan kolesterol dalam tubuh. Ini bisa memperbaiki sirkulasi darah ke arteri, nadi, otak, dan jantung. Orang yang berpuasa memiliki metabolisme tubuh yang lebih baik, yang mampu mengubah kelebihan lemak menjadi energi. Namun tentu harus dibarengi dengan pola makan dan nutrisi yang sehat.
Agar puasa berpengaruh terhadap kesehatan, kita hendaknya menjaga pola makan saat berpuasa. Setelah berpuasa maka ketika berbuka hendaknya mengendalikan diri, jangan langsung makan makanan yang berta dan banyak. Hendaknya minum dan makan yang manis dan tidak berlebihan. Banyak orang yang berbuka dengan makan terlalu banyak gula dan lemak. Hal ini dapat menimbulkan dampak negatif seperti naiknya berat badan.
Untuk makanan sahur hendaknya pilih makanan yang tidak cepat diserap sehingga kenyangnya lama dan tidak cepat lapar. Untuk buah yang memberi efek kenyang lebih lama seperti pisang, apel, dan pepaya hendaknya dikonsumsi secara utuh dan tidak dijus.
Sementara itu, pada bulan Ramadhan umat Islam juga meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Meningkatnya aktivitas fisik ringan seperti shalat ini melibatkan otot-otot dalam tubuh. Ada beberapa manfaat dari peningkatan kontraksi otot-otot tersebut, yaitu meningkatkan stamina dan mengurangi keletihan, mencegah penurunan kandungan mineral, serta meningkatkan penerimaan oksigen sehingga membuat peredaran darah lancar ke semua bagian tubuh. Tak hanya itu, gerakan shalat juga melambatkan denyut jantung, menurunkan tekanan darah, memperbesar pembuluh nadi jantung, dan meningkatkan kelenturan jantung.
Kolesterol baik dalam tubuh atau high density lipoprotein bisa meningkat saat puasa, sementara kolesterol jahat atau low density lipoprotein menurun, sehingga terjadi keseimbangan kolesterol dalam tubuh. Ini bisa memperbaiki sirkulasi darah ke arteri, nadi, otak, dan jantung. Orang yang berpuasa memiliki metabolisme tubuh yang lebih baik, yang mampu mengubah kelebihan lemak menjadi energi. Namun tentu harus dibarengi dengan pola makan dan nutrisi yang sehat.
Agar puasa berpengaruh terhadap kesehatan, kita hendaknya menjaga pola makan saat berpuasa. Setelah berpuasa maka ketika berbuka hendaknya mengendalikan diri, jangan langsung makan makanan yang berta dan banyak. Hendaknya minum dan makan yang manis dan tidak berlebihan. Banyak orang yang berbuka dengan makan terlalu banyak gula dan lemak. Hal ini dapat menimbulkan dampak negatif seperti naiknya berat badan.
Untuk makanan sahur hendaknya pilih makanan yang tidak cepat diserap sehingga kenyangnya lama dan tidak cepat lapar. Untuk buah yang memberi efek kenyang lebih lama seperti pisang, apel, dan pepaya hendaknya dikonsumsi secara utuh dan tidak dijus.
Sementara itu, pada bulan Ramadhan umat Islam juga meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Meningkatnya aktivitas fisik ringan seperti shalat ini melibatkan otot-otot dalam tubuh. Ada beberapa manfaat dari peningkatan kontraksi otot-otot tersebut, yaitu meningkatkan stamina dan mengurangi keletihan, mencegah penurunan kandungan mineral, serta meningkatkan penerimaan oksigen sehingga membuat peredaran darah lancar ke semua bagian tubuh. Tak hanya itu, gerakan shalat juga melambatkan denyut jantung, menurunkan tekanan darah, memperbesar pembuluh nadi jantung, dan meningkatkan kelenturan jantung.
