Thursday, May 13, 2010

Jalan Kaki ke Kawah Sikidang


Kawah Sikidang adalah salah satu dari sekian kawah yang ada di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Letak kawah ini adalah di Desa Dieng Kulon Kabupaten Banjarnegara. Hari itu tanggal 23 Oktober 2009, kami berniat mengunjungi kawah tersebut dengan berjalan kaki bersama-sama.



Kami semua berlima belas berangkat siang hari setelah Shalat Jum’at. Didominasi oleh cewek-cewek, selain aku, ada Desi, Adhin, Ayu, Ita, May, Linda, Diah, Pity, Riesa, Riski, dan Ana. Sedang cowoknya cuma ada Adi, Damar, dan Hoho’.

 Lewat masjid

Sebelum berangkat kami menyempatkan diri untuk makan siang di warung terdekat. Kata hati sih ingin mencicipi mie ongklok khas Wonosobo, tapi ternyata di sekitar yang ada hanya warung bakso dan mie ayam. Tak apa, bakso dan mie ayam lah yang kemudian kami santap bersama-sama. Karena warungnya kecil, tak ayal kami pun berdesak-desakan memenuhi warung tersebut. Ada yang bingung kenapa kami di Kabupaten Banjarnegara tapi mencari makanan Wonosobo? Karena ini perbatasan cuy! Kami makan di Desa Dieng Wetan Kabupaten Wonosobo, sedangkan Kawah Sikidang berada di Desa Dieng Kulon Kabupaten Banjarnegara.

Jalanan yang sueepi

Selesai makan, kami mulai berjalan menuju kawah. Meskipun siang hari, namun suasana tetap dingin seperti biasa. Maklum, di sini kan dataran tinggi, jadi dingin adalah santapan setiap saat. Di kanan kiri jalan adalah ladang kentang milik warga desa. Dalam perjalanan kami melewati pintu masuk Telaga Warna, namun kali ini kami tidak mampir. Belok ke kanan dan berjalan lagi, kami pun melewati area Candi Bima. Candinya masih terawat dengan baik, lingkungan di sekitarnya pun bersih dan asri. Selain area Candi Bima juga ada area Candi Arjuna yang lebih luas dan lebih banyak jumlah candinya.

Tolong kesampingkan wajah-wajah ini dan lihat saja candinya

Setelah mengunjungi Candi Bima sebentar, kami pun melanjutkan perjalanan. Melewati pintu masuk Kawah Sikidang yang tidak ada penjaganya alias kami masuk gratis. Siang itu suasana cukup sepi membuat kami leluasa berjalan kaki di tengah-tengah jalan. Kemudian kami juga berfoto di tengah-tengah jalan. Kami kemudian melewati pipa-pipa milik PT Geo Dipa Energi unit Dieng, sebuah perusahaan pembangkit energi listrik tenaga panas bumi.

Gerbang yang ga dihuni penjaga
 Sueeepiii
Ada kebun kentang dan pipa punya PT Geodipa  Energi

Dari pintu masuk menuju kawah jaraknya memang cukup jauh dan cukup melelahkan, namun tidak ada pilihan lain sehingga perjalanan harus tetap dilanjutkan. Kemudian tampaklah area kawah dengan asapnya yang menjulang. Tempat pariwisata ini dilengkapi area parkir yang cukup luas. Juga ada kios-kios souvenir.

Parkiran juga sueepi

Mendekati area kawah kami disambut oleh bau belerang yang khas. Pusat kawah hanya dipagari bambu seadanya. Di dalamnya, air kawah mendidih dan meletup-letup hebat. Wah, cukup ngeri juga. Kami tidak berani berlama-lama dekat dengan pusat kawah. Apalagi bau belerangnya juga menusuk hidung. Setelah berfoto kami langsung turun dan beranjak pulang. Sudah cukup kami mengagumi kekuasaan Sang Pencipta dengan melihat Kawah Sikidang dari jarak dekat. Dengan penuh perjuangan lagi, kami pun pulang.