Wednesday, November 3, 2010

Step Naik Pesawat Terbang

Sebenarnya malu juga sih, tapi ya memang kenyataan bahwa pada usia saya yang 24 tahun ini saya melakukan penerbangan yang pertama, eng ing eng... Di jaman serba wah seperti ini, naik pesawat bukan lagi menjadi barang mewah. Tinggal browsing saja, harga pesawat sekarang hampir sama, sebelas dua belas dengan harga tiket kereta api eksekutif kok. Nah, sekedar berbagi saja buat temen-temen yang pengen tau step by step naek pesawat terbang silakan check it out...

Pertama, tentu kita harus punya tiket pesawat ya. Waktu itu saya pesan tiket online, dengan pembayaran via ATM, jangan lupa cetak bukti pemesanan dan simpan baek-baek slip ATM bukti transfer. Waktu itu saya pesan tiket Jakarta-Surabaya pada maskapai yang "Singa" sekali, seharga Rp.321.000,-. Bukti pembayaran biasa dikirim via email, bisa langsung cetak print saja.

Selanjutnya setelah mengantongi tiket, kita harus tiba di bandara tepat pada waktu yang telah ditentukan. Waktu itu untuk menuju bandara Soekarno-Hatta saya pakai bus Damri dari stasiun Gambir dengan harga tiket Rp.20.000 dan diturunkan di terminal 1. Perjalanannya cukup lama yaitu mulai pukul 5 sore sampai pukul 7 malam. Jangan lupa di Soetta ada terminal 3 yang notabene baru, bisa jalan kesana dulu kalau banyak waktu luang.




Setelah sampai di terminal keberangkatan, bisa langsung check-in dengan menunjukkan bukti cetak pemesanan, sebagai akibatnya kita diberi boarding pass. Dan kita juga diberitahu ruang tunggu untuk keberangkatan kita, harap diingat-ingat ya.. Selanjutnya kita menuju ruang tunggu dengan terlebih dahulu membayar biaya bandara sebesar Rp. 40.000.


Sampai di ruang tunggu kita tinggal menunggu dipanggil deh, kalau saya waktu itu petugas memanggil dengan menyebut "Surabaya, Surabaya", macam di terminal saja, haha.. Kemudian kita tunjukkan boarding pass pada petugas dan siap menuju pesawat deh.. Perjalanan Jakarta-Surabaya hanya memakan waktu 1 jam, setelah menikmati proses take off yang ga serem-serem amat penulis langsung jatuh terlelap, secara waktu itu telah menunjukkan pukul 10 malam. Bangun-bangun ternyata kami sudah sampai di wilayah udara Surabaya, well.., pengalaman pertama penulis dikalahkan oleh rasa kantuk, too bad..^^b