
Sebuah film yang sangat abu-abu. Dalam artian yang sebenarnya lho, karena setting film ini berwarna abu-abu, kalaupun ganti warna paling ganti ke warna hitam. Tapi bukan berarti film ini tidak bewarna lho, check it please!
Flim The Road mengisahkan perjalanan anak dan bapak dalam kehidupan dunia yang hancur lebur tanpa dijelaskan alasan kehancuran yang jelas. Yang pasti sudah tidak ada kehidupan tanaman disana, yang tampak cuma batang-batang pohon yang sewaktu-waktu akan rubuh.
Manusia pun tinggal sedikit jumlahnya, yang tersisa kebanyakan menjadi kanibal memakan sesama manusia. Keadaan sangat tidak terkendali dan manusia bisa saling membunuh setiap saat. Cuaca pun selalu hujan dan tidak pernah cerah, matahari tidak pernah menampakkan sinarnya, menyadari bahwa kehidupan akan sulit ketika musim dingin menjelang mereka pun memulai perjalanan menuju selatan atau menuju laut dengan harapan akan menemukan kehangatan dan mendapatkan teman sesama orang yang baik. Tentunya perjalanan ini tidak mudah, karena mereka hanya berjalan kaki, menghindari jalanan yag dikuasai para penjahat dan para kanibal, dengan pakaian serta makanan seadanya.
Di perjalanan mereka menemukan banyak hal, mulai dari terjebak di rumah kanibal, berhadapan dengan penjahat di jalan, dan juga menemukan gudang bawah tanah yang berisi banyak sekali persediaan makanan. Sang ayah selalu menyimpan pistol dan selalu mengingatkan serta mengajarkan anaknya untuk menggunakannya saat terdesak. Sang ayah selalu tampak khawatir karena dia sendiri juga sedang sekarat karena penyakit batuk darahnya.
Nah, akankah mereka menemukan laut dan bertemu dengan orang yang baik? Simak saja filmnya, tapi jangan nangis ya. Oya film ini diperankan oleh Viggo Mortensen sebagai ayah dan Kodi Smit-McPhee sebagai anak. Film ini diambil dari novel berjudul sama karya Cormac McCarthy. Novel ini menerima penghargaan Pulitzer Prize for Fiction pada 2007 dan the James Tait Black Memorial Prize for Fiction pada 2006, serta menjadi finalis dalam National Book Critics Circle Award for fiction pada 2006. Jadi jangan lupa kalau sudah menonton filmnya, baca juga novelnya, begitu pula sebaliknya...