Thursday, November 18, 2010

Mampir Sejenak di Malang


Wow.., tidak terasa bulan Oktober terlampaui dan bulan November hampir tua juga. Produksi tulisan mandek total dikarenakan aktivitas perburuan kerja, pyupyupyu..... Sekarang saatnya mereview semua aktifitas yang mungkin nanti berguna bagi teman-teman semua. Dibahas secara kronologis saja ya, beberapa waktu yang lalu saya sudah sedikit cerita tentang pengalaman naik pesawat terbang untuk yang pertama kali. Cerita berikut ini adalah kelanjutannya.
Kota Malang, entah kenapa meskipun berada pada posisi satu provinsi dengan tempat tinggal saya, namun saya jarang menyambangi kota yang satu ini. Mungkin karena letaknya yang sedikit rumit. Di Jawa Timur sendiri jalur utama transportasi membelah di sisi agak utara, dimulai dari Ngawi di barat sampai Surabaya di timur. Sedangkan Malang sendiri berada di sisi agak selatan, dan berhubungan utama dengan Surabaya. Jadi jika berada di sisi barat dari jawa Timur mau tak mau kita harus mampir dulu ke Surabaya untuk mencapai Malang, jika memakai kendaraan umum tentunya.
Perjalanan dari sisi barat provinsi Jawa Timur sampai Malang bisa ditempuh dengan sedikitnya dua cara yang berbeda. Yang pertama adalah memakai jasa travel, waktu itu saya memakai jasa travel dari Yogyakarta, berangkat pukul 24.00 sampai di kota Malang pukul 05.30 dengan biaya Rp.75.000. Sedangkan cara yang kedua adalah memakai jalur bus melalui jalur utama ke Surabaya dengan biaya Rp.22.000 untuk kelas ekonomi dan Rp.45.000 untuk jalur Patas AC. Setelah sampai di terminal Bungurasih Surabaya, perjalanan harus dilanjutkan menggunakan bus Surabaya-Malang dengan biaya Rp. 8.000 untuk kelas ekonomi. Cara yang kedua ini relatif hemat namun sedikit menguras waktu dan tenaga, perjalanannya saja hampir 6 jam ditambah harus berhenti terlebih dahulu di terminal untuk ganti bus. Jika anda ingin menghemat sekaligus tidak mau berpanas-panas, anda bisa memilih bus ekonomi dengan tarif biasa namun dengan fasilitas AC, rasanya sama saja dengan bus Patas AC kok, namun dengan tambahan pedagang asongan tentunya, hahaha...
Pada waktu itu saya hanya sebentar saja di Malang. Cukup merasakan naik angkot AL dari kampus Universitas Brawijaya sampai ke terminal Arjosari. Mungkin lain kali petualangan bisa dilanjutkan.