Saturday, March 4, 2017

Hutan Pinus, Kebun Buah, dan Watu Goyang Mangunan Dlingo Bantul

Kawasan Kecamatan Imogiri dan Dlingo Kabupaten Bantul akhir-akhir ini menanjak popularitasnya terutama di bidang wisata. Kawasan ini merupakan pegunungan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gunungkidul. 

Dengan adanya akses jalan mulai dari Imogiri sampai Playen menambah nilai plus kawasan ini. Ya jalanannya yang berkelok dan naik turun di antara hijaunya pepohonan menimbulkan sensasi yang menyenangkan bagi siapa saja yang melewatinya.



Nyari tempat sepi dulu buat foto
Saking banyaknya spot wisata di kawasan ini layaknya setai kelokan adalah obyek wisata. Mulai dari Makam Raja Imogiri, Hutan Pinus, Kebuh Buah Mangunan mungkin sudah familiar ya. 

Wisata yang baru semisal Watu Goyang, Watu Lawang, Bumi Langit, Gardu Pandang, Bukit Mojo, Jembatan Gantung Selopamioro, dan masih banyak lagi.

Kantor penulis kebetulan ada di Kecamatan Jetis Bantul, tiap kali kami bertgas ke Gunungkidul selalu melewati jalanan kaya wisata ini. Namun hampir lima tahun bekerja, baru dua kali saja mampir berfoto-ria di kawasan ini. 


Melamun di Hutan Pinus Mangunan

Yang pertama adalah Hutan Pinus Mangunan, kawasan ini sudah dipercantik dengan tugu gapura, jadi anda tidak perlu khawatir tersesat saat mencari tempat wisata ini. 

Lokasinya setelah Kantor Kepala Desa Mangunan ambil jalan yang menanjak, jangan lupa periksa kondisi kendaraan anda saat berkunjung ke tempat ini ya.

Cukup membayar parkir karena tiket masuk tidak ada, hanya disediakan kotak-kotak jika anda hendak memberikan kontribusi pengembangan wisata ini. 

Saat ramai pengunjung anda sebaiknya berjalan mengikuti jalanan batu untuk mendapatkan spot berfoto. Ada pula gardu-gardu sederhana di atas pohon. Sederhana lho ya, saat penulis kesana mengenakan rok, haduh beribet deh^^!.

Foto pose apa aja hasilnya bagus

Tempat kedua adalah Kebuh Buah Mangunan, tempat wisata ini sudah full aspal mulai jalan masuk sampai tempat parkir. Saat masuk aan ada deretan kebuh buah, ada jambu, belimbing, durian dan lain-lain. Namun bukan itu saja daya tarik tempat ini.

Setelah berjalan turun menyusuri punggung gunung anda akan disuguhi pemandangan yang wow cantik bingit, hahah alay. 

Deretan pegunungan yang hijau, tebing di sisi sungai yang berkelok, dan nampak pula Jembatan Gantung Selopamioro lho. Paling nyaman kalau datang pada hari kerja, karena kalau libur tempat ini akan ramai penuh dengan pengunjung. Saat penulis kesana saja harus mengantri, wew.


Grande view


Tempat ketiga, masih baru, jalannya baru dibikin masih jalanan batu, tempat parkir juga masih diurug. Tapi ada warung makan kok, mushola sederhana, dan toilet juga sudah ada. Tapi kelebihannya anda bisa foto sepuasnya disini, ga ada saingannya.

Untuk ketemu watu goyang anda harus naik undak-undakan dari susunan batu, lumayan sih sekalian olahraga produksi keringat. 

Kenapa dinamakan watu goyang, kalo didorong dia sih bergeming, tapi kalo ditekan dia akan goyang karena memang posisi batunya bertumpuk di tepi tebing. 

Bisa melamun sepuasnya juga, sambil melihat pemandangan kota Yogyakarta. Sayangnya waktu itu mendung, jadi Gunung Merapi tidak terlihat. 

Yang motret takut ketinggian, :p


Gunung Merapi tertutup awan


Jangan lupa pose alay

Itu saja dulu deh, ntar kalo bisa mampir lagi bakal dibagi disini lagi. Walau kawasan ini sudah populer dan bikin macet saat week end, kecantikannya terus dijaga. 


Seneng banget lho lihat yang hijau-hijau setelah tiap hari hanya liat jalanan aspal dan segala polusinya. Semoga!^^b