Gunungkidul lagiii.. Well kabupaten yang satu ini memang gapernah berhenti dibahas, ada saja yang baru. Ya kali ini kita bahas Gunung Purba dan Embung Nglanggeran ya.
Kebetulan penulis sempet mampir pas jadi penilai Kelompok Ternak Kambing, lha ga nyambung ya?
Jangan salah selain wisata, di kaki gunung purba ini pun ada kelompok ternak yang lumayan eksis dan berdinamika, bahkan sempat mendapat bantuan dari Pusat melalui Dana Tugas Pembantuan Dinas Pertanian DIY.
Nah pulang dari evaluasi, mampirlah penulis ke Gunung Purba dan Embung Nglanggeran ini.
Gunung ini adalah satu-satunya gunung api purba di Yogyakarta yang terbentuk dari pembekuan magma yang terjadi kurang lebih 60 juta tahun yang lalu.
Gunung Nglanggeran tersusun oleh batuan beku berupa andesit, lava dan breksi andesit.
Gunung ini terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul yang berada pada deretan Pegunungan Sewu. Lumayan dekat dari pusat kota kok.
Gunung ini adalah satu-satunya gunung api purba di Yogyakarta yang terbentuk dari pembekuan magma yang terjadi kurang lebih 60 juta tahun yang lalu.
Gunung Nglanggeran tersusun oleh batuan beku berupa andesit, lava dan breksi andesit.
Gunung ini terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul yang berada pada deretan Pegunungan Sewu. Lumayan dekat dari pusat kota kok.
![]() |
| Mendung |
Sebenarnya lebih ke embungnya sih, soalnya penulis ga naik gunungnya. Maklum cuma mampir soalnya.
Embung yang merupakan bangunan berupa kolam seperti telaga di ketinggian sekitar 500 meter dari permukaan laut.
Embung dengan luas sekitar 5.000 meter persegi itu berfungsi menampung air hujan untuk mengairi kebun buah kelengkeng, durian, dan rambutan di sekeliling embung.
Pada musim kemarau, para petani bisa memanfaatkan airnya untuk mengairi sawah. Pengunjung bisa naik ke embung dengan tangga.
Sampai di sisi embung, pengunjung bisa melihat matahari terbenam dan melihat gunung api purba di seberang embung.
![]() |
| Update foto 2017 |
![]() |
| Pemandangan dari Pos I Puncak Nglanggeran |
Setelah parkir kami menyusuri tangga naik menuju embung, baru dapat menikmati pemandangan Gunungkidul dari kejauhan.
Karena saat itu hari kerja maka suasana pun sepi, asyik.. Beberapa tempat juga kelihatan masih dikembangkan, misal akses jalan turun dll. ^^b



