Tulisan ini ditulis pada sabtu malam di sebuah kamar sepi dengan ditemani tiga kucing yang menikmati hari. How I envy them, and how I really get frustated these days.
Diawali dengan sebuah pesan wasap dari teman kerja yang berisi pembatalan jadwal pengambilan sampel. How annoying sampai saya malas ngecek hape, kutinggalkan hape di kamar sebelah sendirian. Bukan kesal pada teman tersebut tapi kesal pada diri sendiri. Ya, pada akhirnya I just have my own to blame.
Mungkin ini hanya akumulasi. Sebenarnya sudah mulai frustasi dari awal ya, mulai dari tulisan stereotipe. Sampai sekarang kondisi tidak berubah menjadi lebih baik.
This system is killing me, this environment is giving me a hard time. When inside is broken, the outside doesn't help either.
Tuduhan gaji buta, anggapan kerja yang buruk, pemborosan, insufficient work, diremehkan, dianggap tidak sungguh bekerja, dsb. How I stand for this? How I survive for this? I really don't like to give up, but I just dont have any passion whatsoever.
Harus mulai darimana. Harus bagaimana lagi untuk memompa semangat. Harus diskusi dengan siapa. Harus memulai langkah apa.
This is a weekend, I should be relax and doing me time. But here I am, frowning all the time.