Pullorum merupakan
penyakit pada ayam
yang disebabkan oleh
bakteri Salmonella pullorum yang merupakan bakteri berbentuk batang
pendek, jenis Gram negatif. Penularan pullorum
dapat terjadi secara vertical melalui telur
dan induk kepada
anaknya atau secara
horizontal dengan cara
kontak langsung atau tidak langsung. Secara langsung dapat melalui air
minum, pakan, peralatan kandang dan secara tidak langsung melalui vektor atau hewan
perantara seperti serangga dan tikus.
Gejala penyakit
pullorum antara lain
berak putih dan pada
ayam atau unggas
yang masih muda menyebabkan kematian yang tinggi, sedangkan pada ayam
dewasa bertindak sebagai karier.
Penyebaran penyakit pullorum sangat luas dan hampir di seluruh dunia pernah terserang, secara ekonomi penyakit ini menyebabkan penurunan produksi telur, daya tetas menurun dan angka morbiditas serta mortalitas yang tinggi yaitu 80-100%.
Pada usaha pembibitan ayam, pullorum tes wajib dilakukan dan jika terdapat ayam positif pullorum harus dilakukan culling atau dimusnahkan sehingga siklus S. pullorum terputus.
Penyebaran penyakit pullorum sangat luas dan hampir di seluruh dunia pernah terserang, secara ekonomi penyakit ini menyebabkan penurunan produksi telur, daya tetas menurun dan angka morbiditas serta mortalitas yang tinggi yaitu 80-100%.
Pada usaha pembibitan ayam, pullorum tes wajib dilakukan dan jika terdapat ayam positif pullorum harus dilakukan culling atau dimusnahkan sehingga siklus S. pullorum terputus.
Karena dampak
ekonomisnya yang cukup
tinggi maka dilaksanakan
pengujian Pullorum secara rutin pada ayam. Pengujian yang dilakukan pada usaha pembibitan secara rutin membuat kami dekat dengan pegawai serta staf. Acara naik truk dan mandi desinfektan pun menjadi canda riang kami.
Pemeriksaan pullorum
penting dilakukan dan ayam
karier hendaknya harus disingkirkan dari lingkungan peternakan
untuk menghindari berkembangnya S. pullorum lebih lanjut. Hasil
seropositif yang cukup
tinggi hendaknya ditindaklanjuti dengan pengobatan dan
pencegahan.
S. pullorum tahan berbulan-bulan bahkan beberapa tahun pada suhu sedang, tetapi mudah dimusnahkan dengan mengunakan desinfektan atau formalin yang biasa dipakai untuk fumigasi pada mesin penetasan.
S. pullorum tahan berbulan-bulan bahkan beberapa tahun pada suhu sedang, tetapi mudah dimusnahkan dengan mengunakan desinfektan atau formalin yang biasa dipakai untuk fumigasi pada mesin penetasan.
Beberapa alternative tindakan untuk
mengurangi kejadian pullorum antara
lain mengeliminasi atau
tidak mencampur antara ayam
bebas dengan ayam
karier dan menjaga
sanitasi kandang dan lingkungan terutama dari tikus dan
serangga lain sebagai pembawa Salmonella.
Sedangkan pengobatan dapat dilakukan dengan amoxicilin, poteniated sulfonamide, tetracyclines, dan fluoroqunolone.
Sedangkan pengobatan dapat dilakukan dengan amoxicilin, poteniated sulfonamide, tetracyclines, dan fluoroqunolone.
Selain tindakan
penanganan di atas,
dapat pula dilakukan
penerapan biosekuriti yang meliputi :
- Berikan kondisi kandang yang nyaman untuk ayam, seperti sirkulasi udara yang cukup, suhu, kelembaban dan kepadatan kandang yang sesuai serta system pemeliharaan all in all out (ayam masuk dan keluar dalam satu waktu yang sama).
- Desinfeksi kandang isi dan lingkungan (luar) kandang untuk meminimalkan jumlah bibit penyakit di dalam kandang.
- Cuci peralatan kandang (tempat ransum dan tempat minum) kemudian rendam dengan menggunakan desinfektan.^^b



