Monday, December 1, 2014

Pullorum pada Ayam

Pullorum  merupakan  penyakit  pada  ayam  yang  disebabkan  oleh  bakteri Salmonella pullorum yang merupakan bakteri berbentuk batang pendek, jenis Gram negatif.  Penularan  pullorum   dapat terjadi  secara  vertical melalui  telur  dan  induk  kepada  anaknya  atau  secara  horizontal  dengan  cara  kontak langsung atau tidak langsung. Secara langsung dapat melalui air minum, pakan, peralatan kandang dan secara tidak langsung melalui vektor atau hewan perantara seperti serangga dan tikus.


Gejala  penyakit  pullorum  antara  lain  berak  putih  dan  pada  ayam  atau  unggas  yang masih muda menyebabkan kematian yang tinggi, sedangkan pada ayam dewasa bertindak sebagai  karier.

Penyebaran  penyakit  pullorum  sangat  luas dan  hampir  di  seluruh  dunia pernah  terserang,  secara  ekonomi  penyakit  ini  menyebabkan  penurunan  produksi  telur, daya tetas menurun dan angka morbiditas serta mortalitas yang tinggi yaitu 80-100%.

Pada  usaha  pembibitan  ayam,  pullorum  tes  wajib  dilakukan  dan  jika  terdapat  ayam positif  pullorum  harus  dilakukan culling atau  dimusnahkan  sehingga  siklus S.  pullorum terputus.



Karena  dampak  ekonomisnya  yang  cukup  tinggi  maka  dilaksanakan  pengujian Pullorum secara rutin pada ayam. Pengujian yang dilakukan pada usaha pembibitan secara rutin membuat kami dekat dengan pegawai serta staf. Acara naik truk dan mandi desinfektan pun menjadi canda riang kami.


Pemeriksaan  pullorum  penting  dilakukan  dan  ayam  karier  hendaknya  harus disingkirkan  dari lingkungan  peternakan  untuk  menghindari  berkembangnya S.  pullorum lebih  lanjut. Hasil  seropositif  yang  cukup  tinggi  hendaknya  ditindaklanjuti  dengan pengobatan  dan  pencegahan.

S.  pullorum tahan  berbulan-bulan  bahkan  beberapa  tahun pada  suhu  sedang,  tetapi  mudah  dimusnahkan  dengan  mengunakan  desinfektan  atau formalin  yang  biasa  dipakai  untuk  fumigasi  pada  mesin  penetasan.  


Beberapa  alternative tindakan  untuk  mengurangi  kejadian pullorum  antara  lain  mengeliminasi  atau  tidak mencampur  antara  ayam  bebas  dengan  ayam  karier  dan  menjaga  sanitasi  kandang  dan lingkungan terutama dari tikus dan serangga lain sebagai pembawa Salmonella.

Sedangkan pengobatan dapat dilakukan dengan amoxicilin, poteniated sulfonamide, tetracyclines, dan fluoroqunolone. 


Selain  tindakan  penanganan  di  atas,  dapat  pula  dilakukan  penerapan biosekuriti yang meliputi :
  • Berikan kondisi kandang yang nyaman untuk ayam, seperti sirkulasi udara yang cukup,  suhu,  kelembaban  dan  kepadatan  kandang  yang  sesuai  serta  system pemeliharaan all  in  all  out (ayam  masuk  dan  keluar  dalam  satu  waktu  yang sama).
  • Desinfeksi  kandang  isi  dan  lingkungan  (luar)  kandang  untuk  meminimalkan jumlah bibit penyakit di dalam kandang.
  • Cuci peralatan kandang (tempat ransum dan tempat minum) kemudian rendam dengan menggunakan desinfektan.^^b