Bagi pegawai negeri daerah seperti penulis, bisa dibilang kehidupan bekerja ada di tengah-tengah. Selalu saja ada kesempatan untuk melihat ke atas dan bersemangat, serta kesempatan melihat ke bawah dan bersyukur. Jadi posisi kami di provinsi menempatkan kami pada posisi di antara pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten. Pemerintah pusat bisa saja mendapatkan segalanya, pun kebalikannya pemerintah kabupaten bisa jadi kekurangan segalanya.
Salah satunya seperti ini, satu contoh simpel saja, ya, pelatihan. Bagi kami yang teknis, pelatihan sangat dibutuhkan, hanya belajar sendiri saja, bisa-bisa kami tergilas roda kehidupan.
Pengetahuan itu bagaikan berlari sprint, sangat cepat. Karenanya jika ada kesempatan belajar, hendaklah syukurilah, karena tidak semua orang berkesempatan mendapatkannya.
Pun penulis juga sangat ingin menghargainya, meskipun saat pelatihan seperti ini stamina prima sangat amat dibutuhkan. Kadang semangat itu kalah dengan kantuk, dengan capek, dengan malas. Andai ada ya yang selalu semangat memberi semangat, ;(.
Pengetahuan itu bagaikan berlari sprint, sangat cepat. Karenanya jika ada kesempatan belajar, hendaklah syukurilah, karena tidak semua orang berkesempatan mendapatkannya.
Pun penulis juga sangat ingin menghargainya, meskipun saat pelatihan seperti ini stamina prima sangat amat dibutuhkan. Kadang semangat itu kalah dengan kantuk, dengan capek, dengan malas. Andai ada ya yang selalu semangat memberi semangat, ;(.
![]() |
| Hiruk pikuk tho |
Kali ini penulis berkesempatan berlatih di Pusat Veterinaria Farma, Surabaya, dengan topik ELISA PMK dan Rabies. Kebetulan di tempat penulis bekerja pengujian tersebut belum running. Jadi ya setengah penasaran setengah malu karena belum pernah menguji. Peserta lain jangan ditanya ya, sudah jago-jago bingit.
Teknik Elisa sendiri sudah banyak dikembangkan baik untuk diagnosa penyakit maupun pengukuran titer antibodi. Di tempat penulis bekerja teknik Elisa dipakai untuk uji spesies pemalsuan daging sapi alias pengujian Kesmavet.
Teknik Elisa sendiri sudah banyak dikembangkan baik untuk diagnosa penyakit maupun pengukuran titer antibodi. Di tempat penulis bekerja teknik Elisa dipakai untuk uji spesies pemalsuan daging sapi alias pengujian Kesmavet.
![]() |
| Haduh tremor |
Pelatihan di Pusvetma dilakukan dengan praktik langsung. Kami peserta masing-masing sudah membawa serum darah anjing dan sapi untuk kami periksa. Jumlah peserta yang cukup banyak membuat ruang laboratorium yang tidak bisa dibilang luas menjadi hiruk pikuk. Tak ayal human error banyak terjadi.
Seperti prinsip teknik elisa yang lain, yaitu tambahkan dengan semua bahan yang ada di kit sesuai dengan petunjuk pada manual, kemudian diselingi proses washing dan incubating, kemudian masukkan dalam mesin Elisa dan biarkan mesin menganalisanya untuk kita.
Seperti prinsip teknik elisa yang lain, yaitu tambahkan dengan semua bahan yang ada di kit sesuai dengan petunjuk pada manual, kemudian diselingi proses washing dan incubating, kemudian masukkan dalam mesin Elisa dan biarkan mesin menganalisanya untuk kita.
![]() |
| Mbak Anjar incubating |
Beberapa hal yang bisa dipetik dari pelatihan yaitu teknik pipeting yang baik dan benar (agar tidak tremor), teknik penyiapan bahan pengujian yang baik dan benar, serta teknik operasi alat pengujian.
Seperti washer Elisa otomatis yang bikin penulis ngiler, karena di tempat kami masih mencuci manual. Serta penggunaan microtube 0,2 ml yang membuat penulis yang hobi tremor menjadi senewen. Argh. ^^b
Seperti washer Elisa otomatis yang bikin penulis ngiler, karena di tempat kami masih mencuci manual. Serta penggunaan microtube 0,2 ml yang membuat penulis yang hobi tremor menjadi senewen. Argh. ^^b
![]() |
| Happy ending |



