Sunday, April 29, 2012

Usagi Drop

Selain film perang ada satu genre film lagi yang penulis suka. Ya sama saja sih sebenernya dengan film perang yang sedih, penulis juga doyan nonton film drama yang sedih, biar ada alasan buat nangis, hehe. Beberapa saat yang lalu dapat film ini dari adek penulis. Judulnya Usagi Drop, pertama kali lihat penulis kira ini film horror, habisnya scene awalnya di sawah yang sepi, hehehe. Film Jepang produksi tahun 2011 ini ternyata diangkat dari manga berjudul Bunny Drop karya Yumi Unita, wow, ntar kapan-kapan nyari versi komiknya ah.

Cerita kasarnya berkisar pada kehidupan seorang pemuda bernama Daikichi yang diperankan oleh Kenichi Matsuyama. Daikichi secara ujug-ujug harus merawat anak kecil bernama Rin yang diperankan oleh Mana Ashida. Ya kebayang aja ribetnya Daikichi mengurus Rin, mulai dari belanja pakaian sampai urusan sekolah. Apalagi sebenarnya Rin ini adalah anak dari kakek Daikichi dengan seorang perempuan yang belum diketahui jati dirinya, jadi kalau dipikir-pikir lagi Rin ini adalah tantenya Daikichi.

Rin kecil yang kehilangan sosok yang disayanginya di masa kecilnya hanya memiliki Daikichi. Mengesampingkan asal-usul Rin, Daikichi sangat tidak tega membiarkan Rin sendirian, bahkan Daikichi mengorbankan karirnya di kantor demi untuk menjaga Rin. Tapi bukan berarti selamanya hanya Rin yang membutuhkan Daikichi, sebaliknya Daikichi banyak belajar dari Rin.

Mungkin karena sama seperti Rin yang kehilangan sosok ayah, penulis jadi tersedu-sedu dengan pertanyaan polosnya seperti apa yang dilakukan oleh orang yang sudah meninggal dunia, atau apakah nanti Daikichi akan meninggal dunia juga, atau saat Rin mengenang kebiasaaan-kebiasaan ayahnya (atau yang  disini disebut Rin sebagai kakek) . Ah, Rin yang malang, penulis saja yang sudah dewasa, selalu menangis jika teringat almarhum ayah yang sudah ada di surga, T_T.

Beberapa yang dapat dipelajari dari film ini yaitu yang pertama rumah Daikichi yang simple dan bersih dan tertata banget. Jadi pengen punya rumah kayak gitu, *lihat kamar kos sendiri yang berukuran  4x4 m dan kemudian sigh*. Yang kedua harus tetep semangat seperti Rin kecil, syukuri apa yang dipunyai hari ini. Persis kayak lagu penutup film ini yang salah satu liriknya berucap “sore de itsu mo HAPPY/setiap hari happy”. ^^b